Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Belitung mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh panitia kurban menjelang perayaan Idul Adha. Panitia diminta menerapkan prinsip ASUH—singkatan dari Aman, Sehat, Utuh, dan Halal—dalam setiap tahapan penyembelihan hewan kurban di wilayah Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Kebijakan ini bertujuan memastikan daging kurban yang didistribusikan kepada masyarakat memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.
Langkah serupa juga dilakukan di daerah lain di Babel. Pengawasan ketat terhadap tempat pemotongan hewan kurban, seperti yang dilakukan DLH Bangka, menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga kualitas daging kurban yang dikonsumsi warga.
Empat Pilar Prinsip ASUH dalam Penyembelihan Kurban
DKPP Belitung menekankan empat aspek krusial yang harus dipenuhi panitia kurban. Pertama, Aman berarti proses penyembelihan harus bebas dari kontaminasi bakteri berbahaya dan dilakukan di lokasi yang higienis. Kedua, Sehat mengacu pada kondisi hewan yang disembelih harus dalam keadaan prima, tidak sakit atau cacat yang dapat memengaruhi kualitas daging.
Ketiga, Utuh bermakna hewan kurban tidak memiliki kecacatan fisik yang signifikan seperti pincang, buta, atau organ tubuh yang tidak lengkap. Keempat, Halal menegaskan bahwa penyembelihan harus sesuai syariat Islam, dilakukan oleh orang yang memenuhi syarat dengan menyebut nama Allah.
“Prinsip ASUH ini bukan sekadar aturan administratif, tetapi jaminan bahwa daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat layak dan berkah,” jelas pihak DKPP dalam keterangannya. Dinas juga mengingatkan pentingnya memeriksa kesehatan hewan sebelum disembelih melalui pemeriksaan ante mortem oleh petugas kesehatan hewan.
Pengawasan dan Koordinasi Lintas Instansi
DKPP Belitung tidak bekerja sendirian dalam mengawal pelaksanaan kurban yang berkualitas. Koordinasi melibatkan petugas penyuluh lapangan, Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan), serta tim medis veteriner yang akan turun langsung ke lokasi-lokasi penyembelihan. Mereka bertugas melakukan inspeksi kesehatan hewan, mengawasi teknik pemotongan, hingga memastikan penanganan daging pasca sembelih sesuai standar.
Wilayah Kepulauan Bangka Belitung memang memiliki perhatian khusus terhadap distribusi hewan kurban. Seperti yang dilakukan Pemkab Bangka Selatan yang menyalurkan 100 hewan kurban, upaya pemerataan dan pengawasan kualitas menjadi prioritas pemerintah daerah.
Panitia kurban juga diminta menyediakan fasilitas penunjang seperti air bersih yang cukup, tempat pembuangan limbah yang terpisah, serta area pemotongan yang teduh dan bersih. Penggunaan peralatan tajam dan steril juga menjadi syarat wajib untuk menghindari kontaminasi silang.
DKPP Belitung mengajak seluruh masjid, mushala, dan lembaga penyelenggara kurban untuk proaktif berkomunikasi dengan dinas terkait jika membutuhkan pendampingan teknis. “Kami siap membantu memastikan ibadah kurban berjalan lancar sekaligus aman untuk kesehatan masyarakat,” tutup perwakilan dinas.
Dengan penerapan prinsip ASUH secara konsisten, diharapkan perayaan Idul Adha di Belitung tidak hanya bermakna spiritual, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan optimal bagi seluruh penerima daging kurban.
Sumber: Antara Babel (baca selengkapnya)
Sumber: Antara Babel (baca selengkapnya)