Minggu, 19 Juli 2026 WIB
BREAKING
KESEHATAN

5 Fakta Penting Soal Lupus yang Harus Diketahui

Ilustrasi penderita lupus dengan ruam kupu-kupu di wajah, gejala khas penyakit autoimun yang tidak bisa disembuhkan namun
Foto: Lupus tidak bisa disembuhkan total, namun bisa dikendalikan dengan terapi modern

Lupus atau systemic lupus erythematosus (SLE) merupakan penyakit autoimun kronis yang kerap menimbulkan pertanyaan besar: bisakah lupus disembuhkan secara total? Para dokter spesialis penyakit dalam kini memberikan penjelasan gamblang tentang kondisi medis yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini, termasuk fakta bahwa lupus memang tidak bisa disembuhkan, namun dapat dikendalikan dengan baik melalui terapi modern.

Penyakit autoimun ini terjadi ketika sistem imun tubuh justru menyerang jaringan dan organ sehat, menyebabkan peradangan pada berbagai bagian tubuh seperti kulit, sendi, ginjal, jantung, hingga otak. Meski terdengar menakutkan, pemahaman yang tepat dan penanganan medis optimal mampu memberikan kualitas hidup yang baik bagi penderita lupus.

Mengapa Lupus Tidak Bisa Disembuhkan?

Dokter spesialis menjelaskan bahwa lupus termasuk kategori penyakit kronis yang bersifat incurable atau tidak dapat disembuhkan secara permanen. Hal ini disebabkan oleh kompleksitas sistem autoimun yang mengalami gangguan. Ketika sistem kekebalan tubuh sudah “salah sasaran” dan mengenali sel-sel tubuh sendiri sebagai ancaman, proses ini tidak bisa dibalik sepenuhnya dengan teknologi medis yang ada saat ini.

Namun, para ahli menekankan bahwa “tidak bisa disembuhkan” bukan berarti tanpa harapan. Dengan diagnosis dini dan penanganan yang tepat, penderita lupus dapat menjalani kehidupan normal layaknya orang sehat. Pemeriksaan kesehatan rutin menjadi kunci utama dalam mendeteksi gejala awal penyakit autoimun ini.

“Lupus memang tidak bisa disembuhkan total, tetapi bisa dikontrol hingga pasien mencapai fase remisi—kondisi di mana gejala menghilang dan penyakit tidak aktif,” ungkap salah satu dokter spesialis penyakit dalam dalam keterangan medisnya.

Tantangan Diagnosis Terlambat dan Terapi Modern

Salah satu masalah terbesar dalam penanganan lupus adalah diagnosis yang terlambat. Gejala lupus yang sangat bervariasi dan mirip dengan penyakit lain—seperti kelelahan kronis, ruam kulit berbentuk kupu-kupu di wajah, nyeri sendi, demam tanpa sebab jelas, dan rambut rontok—kerap membuat penderita terlambat mendapat penanganan yang tepat.

Diagnosis yang terlambat dapat berakibat fatal karena lupus yang tidak terkontrol mampu merusak organ vital seperti ginjal dan jantung. Kerusakan organ permanen ini justru menjadi komplikasi yang jauh lebih berbahaya dibandingkan penyakit lupus itu sendiri.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda