Kamis, 28 Mei 2026 WIB
BREAKING
🎯 SPOT IKLAN PREMIUM
Jangkau Ribuan Pembaca Setia
JournalArta dibaca harian oleh warga Babel & nasional. Iklan Anda dilihat audience aktif.
💼 Pasang Iklan →
SELEB

3 Fakta Mengejutkan di Balik Kematian Matthew Perry

Kenneth Iwamasa, asisten pribadi Matthew Perry yang divonis terkait suntikan ketamine fatal di Los Angeles
Sumber berita

Kenneth Iwamasa, asisten pribadi mendiang aktor Matthew Perry, akan menerima hukuman pada Rabu ini atas perannya dalam kematian bintang serial Friends tersebut. Pria berusia 61 tahun itu mengaku bersalah telah menyuntikkan ketamine berkali-kali kepada Perry tanpa pelatihan medis, termasuk pada hari aktor tersebut ditemukan meninggal di kolam air panas (hot tub) di kediamannya di Los Angeles pada 2023.

Iwamasa menghadapi tuduhan mendistribusikan ketamine yang mengakibatkan kematian atau cedera tubuh serius. Jaksa penuntut menuntut hukuman penjara selama tiga tahun lima bulan atas tindakannya yang dinilai lalai dan berbahaya.

Kronologi Tragis Kematian Bintang Friends

Matthew Perry, yang dikenal luas melalui perannya sebagai Chandler Bing dalam sitkom legendaris Friends, ditemukan tewas di rumahnya pada Oktober 2023. Hasil investigasi mengungkap bahwa Iwamasa telah menyuntikkan ketamine—obat bius yang biasa digunakan dalam prosedur medis—kepada Perry tanpa izin atau kualifikasi medis apapun.

📢 RUANG IKLAN
Brand Anda Layak Tampil Disini
Posisi strategis di portal berita Bangka Belitung. Audience tepat sasaran.
📞 Hubungi Marketing →

Yang lebih mengkhawatirkan, Iwamasa diketahui menyuntikkan ketamine kepada aktor tersebut beberapa kali pada hari yang sama ketika Perry meninggal. Tindakan ini dilakukan meskipun asisten tersebut tidak memiliki latar belakang atau pelatihan medis yang memadai untuk menangani obat-obatan berbahaya.

Pengakuan Bersalah dan Tuntutan Hukuman

Dalam persidangan, Iwamasa mengaku bersalah atas dakwaan yang diajukan. Pengakuannya ini menjadi titik balik dalam kasus yang mengguncang industri hiburan Hollywood. Jaksa menyatakan bahwa tindakan Iwamasa menunjukkan kelalaian luar biasa dan mengabaikan keselamatan Perry.

Kasus ini juga menyoroti bahaya penyalahgunaan ketamine di kalangan selebriti. Meskipun obat ini memiliki kegunaan medis yang sah, penggunaannya di luar pengawasan dokter dapat berakibat fatal, seperti yang terjadi pada Perry.

Matthew Perry, yang telah lama berjuang melawan kecanduan narkoba dan alkohol, sempat vokal tentang perjuangannya dalam memoar yang diterbitkan sebelum kematiannya. Tragedi ini menjadi pengingat keras tentang risiko ketergantungan zat dan pentingnya akses ke perawatan medis yang tepat.

Putusan yang akan dijatuhkan pada Iwamasa diharapkan dapat menjadi preseden dalam kasus serupa dan memberikan keadilan bagi mendiang Perry serta keluarganya yang berduka.

Sumber: The Guardian (baca selengkapnya)

Sumber: The Guardian (baca selengkapnya)

— fds
📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram
✨ AVAILABLE NOW
Promo Brand Anda di Sini
Tarif terjangkau, jangkauan maksimal. Tarif khusus untuk advertiser pertama.
💬 Konsultasi Gratis →

📝 Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Komentar akan ditinjau sebelum tampil.