Selasa, 7 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Lenteng Agung Amblas, Motor Terperosok—Kini Ditambal Pelat Besi

Jalan amblas di Lenteng Agung Jakarta Selatan ditutup pelat besi dengan petugas mengatur lalu lintas
Jalan amblas di Lenteng Agung Jakarta Selatan ditutup pelat besi dengan petugas mengatur lalu lintas. (Ilustrasi: AI)

Pada Jumat sore pukul 15.24 WIB, ketiga lajur Jalan Lenteng Agung arah Depok sudah dapat dilalui kembali. Namun, Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto, menjelaskan bahwa meskipun ketiga lajur sudah terbuka, kendaraan masih melambat saat melewati area yang ditutup pelat besi.

“Bisa ngalir dulu, supaya bisa mengakomodir masyarakat yang ingin ke arah Depok,” ujar Mujiyanto di lokasi, sembari mengatur arus lalu lintas bersama petugas Dinas Perhubungan (Dishub) dan kepolisian.

Kehadiran petugas di lapangan menjadi krusial untuk memastikan kendaraan tidak melaju terlalu cepat di atas pelat besi, mengingat risiko tergelincir atau pergeseran pelat yang dapat membahayakan pengendara.

Penyebab Amblesnya Jalan dan Konteks Infrastruktur Jakarta

Meski belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab pasti amblesnya jalan di Lenteng Agung, insiden serupa di Jakarta umumnya dipicu oleh beberapa faktor teknis. Pertama adalah kondisi tanah di Jakarta yang sebagian besar merupakan tanah lunak dengan daya dukung rendah, terutama di area yang dulunya merupakan lahan rawa atau dekat dengan sungai.

Kedua, kerusakan atau kebocoran saluran air bawah tanah dapat menyebabkan erosi internal yang menggerogoti tanah di bawah permukaan jalan. Air yang merembes perlahan membawa material tanah, menciptakan rongga yang pada akhirnya ambles ketika tidak lagi mampu menahan beban kendaraan di atasnya.

Ketiga, usia infrastruktur jalan di Jakarta yang sudah tua tanpa pemeliharaan maksimal juga menjadi faktor. Banyak ruas jalan dibangun puluhan tahun lalu dengan standar yang berbeda, sementara beban lalu lintas terus meningkat seiring pertumbuhan populasi dan kendaraan.

Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta biasanya terlibat dalam penanganan kasus jalan amblas karena keterkaitan erat antara sistem drainase dan stabilitas tanah. Investigasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah ada kerusakan infrastruktur air di bawah permukaan jalan yang menjadi pemicu utama.

Dalam beberapa tahun terakhir, Jakarta mencatat sejumlah insiden jalan amblas di berbagai lokasi. Pola ini menunjukkan urgensi untuk melakukan audit menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur bawah tanah, terutama di ruas-ruas jalan strategis yang dilalui volume kendaraan tinggi.

Halaman:123Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda