JOURNALARTA.COM – TNI Angkatan Udara terus memperkuat kesiapan pertahanan udara nasional melalui penambahan sejumlah alutsista pertahanan modern yang dirancang untuk menjawab tantangan operasi udara masa kini, mulai dari penguatan superioritas udara, mobilitas strategis, hingga dukungan operasi jarak jauh dan sustainment kekuatan udara nasional.
Indonesia telah resmi mengoperasikan jet tempur generasi 4,5 Dassault Rafale buatan Prancis untuk memperkuat TNI AU dengan memesan total 42 unit, dan sebanyak 6 unit telah diserahterimakan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Lanud Halim Perdanakusuma pada Mei 2026 lalu.
Berikut adalah spesifikasi dan keunggulan utama jet tempur Rafale milik TNI AU:
1. Spesifikasi & Kemampuan Utama
Kecepatan: Mencapai 1,8 Mach (setara lebih dari 2.200 km/jam).
Daya Jelajah Tempur: Mencakup ribuan kilometer, didukung oleh kemampuan pengisian bahan bakar di udara.
Kapasitas Beban: Memiliki 14 titik cantelan (hardpoints) dengan kapasitas angkut senjata mencapai 9 ton.
2. Sistem Pertahanan & Persenjataan
Radar & Sensor: Dilengkapi dengan radar pemindai elektronik aktif (AESA) mutakhir yang mampu mendeteksi banyak target dalam jarak jauh.
Sistem Spectra: Sistem peperangan elektronik terintegrasi untuk mendeteksi ancaman, mengacaukan radar musuh, dan melindungi pesawat dari misil.
Rudal Meteor: Rudal udara-ke-udara jarak jauh yang sangat mematikan, mampu menjangkau target hingga jarak 200 km.
Bom Hammer: Bom pintar (smart bomb) dengan tingkat akurasi tinggi untuk serangan darat.
3. Penempatan Strategis
Kehadiran armada Rafale diproyeksikan untuk mengamankan wilayah kedaulatan strategis Indonesia, termasuk perairan Laut Natuna Utara dan Laut China Selatan. Untuk operasionalnya, pesawat ini ditempatkan di pangkalan utama seperti Lanud Roesmin Nurjadin (Pekanbaru) dan Lanud Supadio (Pontianak).
Perlu diketahui, Rafale diperkenalkan pada tahun 2001. Rafale diproduksi untuk Angkatan Udara Prancis dan Angkatan Laut Prancis. Rafale juga dipasarkan untuk ekspor ke beberapa negara dan telah atau tengah diakuisisi oleh Angkatan Udara Mesir, Angkatan Udara India, Angkatan Udara Qatar, Angkatan Udara Yunani, Angkatan Udara Kroasia, TNI Angkatan Udara, dan Angkatan Udara Uni Emirat Arab. Rafale telah memiliki pengalaman tempur di Afghanistan, Libya, Mali, Irak, dan Suriah.(*)