Tahap pemetaan siswa melibatkan pengumpulan data calon peserta melalui aplikasi digital yang dapat diakses oleh siswa kelas akhir SMP/MTs se-Jawa Barat. Data yang dikumpulkan mencakup nilai rapor, prestasi akademik dan non-akademik, serta preferensi sekolah tujuan. Informasi ini kemudian diolah oleh sistem untuk menghasilkan proyeksi kebutuhan daya tampung per sekolah.
Setelah tahap pemetaan, proses akan dilanjutkan dengan pendaftaran resmi yang dijadwalkan beberapa minggu kemudian. Calon siswa akan diminta melengkapi berkas digital dan memilih maksimal tiga sekolah tujuan berdasarkan prioritas. Sistem akan melakukan seleksi otomatis berdasarkan kombinasi nilai, zonasi, dan kuota yang tersedia.
Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan dilakukan secara serentak melalui portal resmi SPMB Jawa Barat. Siswa yang diterima akan langsung mendapat notifikasi digital beserta instruksi daftar ulang, sementara yang belum lolos dapat mengikuti tahap pendaftaran gelombang berikutnya atau memilih sekolah swasta sebagai alternatif.
Sosialisasi Melibatkan Kepolisian dan Sekolah
Polsek Bungursari Polres Purwakarta menjadi salah satu unit kepolisian yang aktif terlibat dalam sosialisasi SPMB 2026. Kegiatan monitoring dan sosialisasi dilakukan di SMAN 1 Bungursari, yang menjadi salah satu sekolah sasaran utama dalam implementasi sistem baru ini.
Keterlibatan kepolisian bukan hanya bersifat seremonial, tetapi juga fungsional. Pihak kepolisian bertugas memastikan bahwa sosialisasi berjalan tertib, data siswa terlindungi, dan tidak ada pihak yang mencoba memanfaatkan sistem digital untuk kepentingan tidak sah. Ini termasuk pencegahan praktik calo atau manipulasi data pendaftaran.
Di Kabupaten Bandung, Kapolsek Nagreg juga hadir dalam kegiatan serupa yang digelar di wilayah kerjanya. Kehadiran petugas kepolisian di berbagai titik sosialisasi menunjukkan bahwa SPMB 2026 diperlakukan sebagai program strategis yang memerlukan pengamanan dan pengawasan ekstra.
Sekolah-sekolah yang menjadi lokasi sosialisasi juga diberikan pelatihan teknis terkait penggunaan platform SPMB, troubleshooting masalah teknis, dan prosedur pelaporan jika terjadi gangguan sistem. Guru BK dan staf administrasi sekolah menjadi garda terdepan dalam membantu siswa mengakses dan memahami cara kerja sistem digital ini.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.