Pemilu 2026 adalah yang ketujuh sejak era konstitusi demokratis, menandai lebih dari dua dekade upaya membangun institusi demokratis di negara yang sebelumnya dikenal dengan sistem otoritarian. Perjalanan ini tidak mulus — konflik etnis, ketegangan politik, dan kekerasan telah menodai beberapa siklus elektoral sebelumnya.
Kinerja Ekonomi dan Proyek Infrastruktur Besar
Salah satu faktor yang diperkirakan akan memengaruhi hasil pemilu adalah kinerja ekonomi pemerintahan dalam beberapa tahun terakhir. Selama siklus elektoral sebelumnya, Ethiopia mencatat pertumbuhan ekonomi yang kuat, dengan rata-rata ekspansi produk domestik bruto (PDB) tahunan sekitar 7,5 persen. Proyeksi untuk tahun ini bahkan mencapai lebih dari 10 persen, menjadikan Ethiopia salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di Afrika.
Angka-angka ini bukan sekadar statistik abstrak. Di kota-kota besar termasuk Addis Ababa, transformasi urban sedang berlangsung secara nyata. Proyek infrastruktur ambisius — jalan tol, bandara baru, jaringan kereta api ringan — mengubah wajah fisik ibu kota. Sektor pertanian dan industri mendapat dorongan signifikan, sementara kinerja ekspor meningkat tajam, didorong oleh produk pertanian dan pertambangan.
Sektor pariwisata dan layanan digital juga mulai memainkan peran yang lebih besar dalam ekonomi nasional. Ethiopia, dengan situs warisan dunia seperti Lalibela dan Aksum, perlahan membangun kembali industri pariwisata yang sempat terpukul oleh konflik internal.
Namun pencapaian paling simbolis adalah penyelesaian Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD), bendungan terbesar di Afrika. Proyek kontroversial ini — yang sempat memicu ketegangan dengan Mesir dan Sudan — kini menempatkan Ethiopia sebagai pusat energi regional. Kapasitas pembangkit listrik tenaga air yang masif membuka peluang ekspor listrik ke negara-negara tetangga, sekaligus memperkuat kemandirian energi domestik.
Proyek-proyek infrastruktur besar lainnya masih dalam tahap pembangunan, menunjukkan momentum ekonomi yang berkelanjutan. Bagi partai berkuasa, narasi kemajuan ekonomi ini adalah aset kampanye utama — bukti konkret bahwa kebijakan mereka menghasilkan perubahan nyata.
Tantangan Keamanan dan Fragmentasi Oposisi
Meski pertumbuhan ekonomi mengesankan, pemerintah Ethiopia menghadapi tantangan serius di bidang keamanan dan stabilitas internal. Konflik etnis, ketegangan regional, dan insiden kekerasan sporadis tetap menjadi ancaman terhadap kohesi nasional. Beberapa wilayah mengalami ketidakstabilan yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari warga dan menghambat akses layanan publik.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.