Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Odegaard Dekati Sejarah: Trofi Pertama Arsenal di Liga Champions?

Martin Odegaard memimpin Arsenal menuju final Liga Champions di Budapest
Foto: MichaelEmilio / Wikimedia Commons (CC BY 4.0)

Martin Odegaard kini berdiri di ambang sejarah. Akhir pekan ini di Puskas Arena, Budapest, kapten Arsenal berusia 26 tahun itu berpeluang menjadi kapten pertama The Gunners yang mengangkat trofi Liga Champions—pencapaian yang bahkan belum pernah diraih legenda seperti Thierry Henry dan Patrick Vieira.

Arsenal akan menghadapi juara bertahan Paris Saint-Germain dalam final yang dinanti-nantikan. Kemenangan di Budapest tidak hanya akan mengantarkan Arsenal ke puncak Eropa, tetapi juga menempatkan Odegaard dalam perdebatan sebagai kapten terhebat dalam 138 tahun sejarah klub London Utara itu.

“Saya telah memimpikan trofi-trofi ini sejak saya masih kecil bermain sepak bola di lapangan kosong di sebelah rumah saya,” ungkap gelandang asal Norwegia itu. “Mimpi itu tetap bersama saya sepanjang hidup saya, dan dalam beberapa minggu terakhir mimpi itu menjadi semakin intens.”

Dari Pemain Pinjaman ke Kapten Bersejarah

Perjalanan Odegaard ke momen ini dimulai dengan cara yang tidak terduga. Januari 2021, ia datang ke Emirates Stadium sebagai pemain pinjaman dari Real Madrid. Enam bulan kemudian, ia bahkan sudah menulis pesan perpisahan kepada penggemar Arsenal di Instagram.

Namun Mikel Arteta melihat sesuatu yang istimewa. Pada akhir Agustus 2021, manajer asal Spanyol itu meyakinkan dewan direksi Arsenal untuk membawa Odegaard kembali secara permanen dengan biaya £34 juta—harga yang kini terlihat sangat menguntungkan.

Hanya setahun kemudian, Arteta menyerahkan ban kapten kepada Odegaard, mengakhiri era Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette. Keputusan itu menandai pergeseran generasi dan filosofi baru di Arsenal.

Meski ada suara yang menyarankan agar Declan Rice—yang direkrut musim ini—mengenakan ban kapten karena gaya bermainnya yang lebih vokal, Odegaard mendapat kepercayaan penuh dari ruang ganti melalui pemungutan suara rahasia.

Gaya Kepemimpinan yang Unik

“Dia adalah seseorang yang dapat Anda percayai sepenuhnya,” puji Arteta menjelang final. “Teladan profesionalisme yang mutlak, seorang pemimpin dengan caranya sendiri yang unik.”

Kepemimpinan Odegaard memang berbeda dari kapten Arsenal sebelumnya. Ia tidak berteriak atau memukul dada. Sebaliknya, ia memimpin melalui visi taktis, pressing tinggi, dan kemampuan memaksimalkan rekan setimnya—terutama Bukayo Saka.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda