Selasa, 25 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Iran Mengamuk: Ancam Gempuran ke Pemukim Israel Utara Jika Beirut Dibom

Ilustrasi permukiman militer Israel di wilayah utara yang mendapat peringatan evakuasi dari Iran
Iran Mengamuk

Teheran mengeluarkan peringatan keras kepada warga permukiman Israel di wilayah utara untuk segera meninggalkan area mereka jika Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melaksanakan ancaman untuk menyerang pinggiran selatan Beirut, ibu kota Lebanon. Ancaman balasan ini menandai eskalasi baru dalam ketegangan regional yang melibatkan Iran, Israel, dan Lebanon di tengah situasi gencatan senjata yang rapuh.

Markas Pusat Khatam al-Anbiya, komando militer pusat Iran, menyampaikan peringatan tersebut pada Senin waktu setempat. Juru bicara markas, Ali Abdollahi, menegaskan bahwa jika Netanyahu melaksanakan ancamannya terhadap Dahiyeh—kawasan pinggiran selatan Beirut yang menjadi basis pendukung Hezbollah—maka pemukim di wilayah utara Israel harus bersiap menghadapi konsekuensi serupa.

“Kami memperingatkan penduduk wilayah utara dan permukiman militer di wilayah pendudukan,” kata Abdollahi dalam pernyataan resmi yang dikutip media Iran. “Jika tidak ingin terdampak, mereka harus meninggalkan daerah itu apabila ancaman tersebut dilaksanakan.”

Latar Belakang Ancaman Netanyahu ke Beirut

Ancaman Iran muncul sebagai respons langsung terhadap pernyataan Netanyahu yang memerintahkan serangan militer terhadap Dahiyeh dan kawasan lain di Beirut. PM Israel mengklaim langkah ini sebagai balasan atas “pelanggaran berulang” yang dilakukan oleh Hezbollah terhadap kesepakatan gencatan senjata di Lebanon.

Netanyahu bahkan telah mengeluarkan peringatan evakuasi bagi penduduk sipil di kawasan tersebut, menandakan keseriusan ancaman serangan. Langkah ini mengingatkan pada pola operasi militer Israel di masa lalu, di mana peringatan evakuasi sering kali diikuti oleh serangan udara dalam hitungan jam atau hari.

Dahiyeh memiliki signifikansi strategis karena merupakan basis utama dukungan sipil bagi Hezbollah, kelompok militan yang didukung Iran. Kawasan ini telah menjadi sasaran serangan Israel dalam konflik-konflik sebelumnya, termasuk perang Lebanon 2006 yang menewaskan lebih dari seribu warga sipil dan menghancurkan sebagian besar infrastruktur kawasan tersebut.

Posisi Iran dalam Konflik Lebanon-Israel

Peringatan dari Markas Khatam al-Anbiya menunjukkan komitmen Iran untuk terus mendukung Hezbollah sebagai bagian dari strategi regional yang lebih luas. Iran menganggap Hezbollah sebagai komponen penting dalam apa yang mereka sebut sebagai “poros perlawanan” terhadap pengaruh Israel dan Amerika Serikat di Timur Tengah.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda