Minggu, 19 Juli 2026 WIB
BREAKING
BUDAYA

Ritual Ambil Air Suci Umbul Jumprit Awali Waisak 2570 BE

Ritual Ambil Air Suci Umbul Jumprit Awali Waisak 2570 BE
Foto: Nurul Sakinah Ridwan/Pexels

Ajaran Sang Buddha yang menekankan cinta kasih universal (metta), belas kasih (karuna), dan non-kekerasan (ahimsa) menjadi relevan di tengah eskalasi konflik di berbagai belahan dunia. Waisak 2570 BE diharapkan menjadi momentum refleksi kolektif tentang pentingnya dialog, toleransi, dan perdamaian sebagai jalan keluar dari siklus kekerasan dan kebencian.

Di Indonesia, perayaan Waisak juga menjadi ajang demonstrasi harmoni antarumat beragama. Tidak jarang, tokoh-tokoh dari agama lain turut hadir dalam perayaan di Candi Borobudur, menunjukkan bahwa nilai-nilai kedamaian dan kemanusiaan melampaui batas-batas keyakinan religius.

Peran Yayasan Dharmasagara dalam Penguatan Komunitas Buddha

Yayasan Dharmasagara merupakan salah satu organisasi yang aktif dalam pengembangan pendidikan Buddhis, pelestarian budaya, dan kegiatan sosial-kemanusiaan. Melalui berbagai program, yayasan ini berupaya menjaga kontinuitas ajaran Buddha di tengah dinamika sosial Indonesia yang semakin kompleks.

Ritual pengambilan air suci di Umbul Jumprit adalah salah satu bentuk pelestarian tradisi spiritual yang telah dilakukan turun-temurun. Kegiatan ini juga menjadi media edukasi bagi generasi muda Buddha untuk memahami makna mendalam di balik setiap ritual, bukan sekadar mengikuti prosedur seremonial tanpa kesadaran spiritual.

Selain itu, Yayasan Dharmasagara juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial seperti pemberian bantuan kepada masyarakat kurang mampu, program pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Buddhis, dan dialog lintas agama untuk memperkuat toleransi dan kerukunan di tingkat akar rumput.

Waisak sebagai Momen Refleksi dan Transformasi

Bagi umat Buddha, Waisak bukan hanya perayaan kelahiran fisik Sang Buddha Gautama, tetapi juga peringatan atas pencerahan spiritual yang mengubah seorang pangeran menjadi guru agung yang mengajarkan jalan pembebasan dari penderitaan (dukkha). Momentum ini mengajak setiap individu untuk melakukan refleksi mendalam tentang kehidupan, tindakan, dan niat.

Dalam konteks Indonesia, Waisak juga menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga keberagaman sebagai kekayaan bangsa. Indonesia, dengan lebih dari 2 juta umat Buddha, memiliki tanggung jawab untuk menjadi contoh bagaimana berbagai keyakinan dapat hidup berdampingan secara damai dan produktif.

Pesan Menteri Agama tentang pelita kedamaian sejalan dengan filosofi Buddhis tentang “membawa cahaya dalam kegelapan”—sebuah metafora tentang kebijaksanaan yang mengalahkan kebodohan, cinta kasih yang mengalahkan kebencian, dan kedamaian yang mengalahkan konflik.

Halaman:123Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda