Jumat, 17 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Carragher Ragukan Iraola: 3 Kelemahan Fatal untuk Liverpool

Jamie Carragher meragukan kualitas Andoni Iraola untuk Liverpool FC
Foto: Ludovic Péron / Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Kepergian Arne Slot dari Liverpool belum lama ini meninggalkan kekosongan besar di bangku pelatih Anfield. Sosok yang dipercaya mengisi posisi strategis tersebut adalah Andoni Iraola, pelatih 43 tahun asal Spanyol yang baru saja mencatatkan prestasi gemilang dengan membawa Bournemouth finis enam besar Liga Inggris musim lalu. Namun, di tengah euforia kesepakatan kontrak dua tahun yang dilaporkan Fabrizio Romano, suara skeptis justru datang dari dalam kubu The Reds sendiri.

Legenda Liverpool Jamie Carragher, yang menghabiskan 17 tahun kariernya di Anfield, mengeluarkan keraguan tajam terhadap kapasitas Iraola menangani klub sebesar Liverpool. Bukan sekadar kritik ringan, Carragher membedah sejumlah kelemahan mendasar yang menurutnya belum teruji pada level klub elite Eropa. Keraguan ini muncul bukan tanpa alasan—Liverpool adalah klub dengan tuntutan tinggi, skuad kompetitif, dan ambisi besar di Liga Champions, sementara Iraola baru pertama kali akan merasakan tekanan kompetisi multi-front level tertinggi.

Pernyataan Carragher ini penting karena mencerminkan kekhawatiran nyata dari kalangan internal Liverpool terhadap keputusan manajemen. Sebagai mantan kapten dan ikon klub, pandangan Carragher sering menjadi barometer sentimen suporter dan menjadi bahan pertimbangan serius bagi pengambil keputusan. Dengan Liverpool baru saja mengalami musim yang mengecewakan di bawah Slot, risiko salah pilih pelatih lagi sangat tinggi.

Prestasi Iraola di Bournemouth: Gemilang tapi Penuh Catatan

Tidak bisa dimungkiri, Andoni Iraola memang mencatatkan pencapaian luar biasa di Bournemouth musim 2025/2026. Klub berjulukan The Cherries yang selama ini dianggap tim papan tengah itu tiba-tiba menjadi kuda hitam Premier League, finis di posisi enam dan merebut tiket kompetisi antarklub Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah modern mereka. Posisi tersebut bahkan hanya satu strip di bawah Liverpool yang finis kelima.

Iraola menerapkan gaya permainan agresif dan atraktif yang membuat Bournemouth menjadi tontonan menarik setiap akhir pekan. Tim yang ia racik selalu tampil dengan intensitas tinggi, pressing ketat, dan transisi cepat—karakteristik yang membuat banyak tim besar kesulitan menghadapi mereka. Jamie Carragher sendiri mengakui daya tarik tersebut.

Halaman:12345Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda