Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar pelatihan dan sertifikasi digital marketing yang diakui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Langkah ini diambil untuk menjawab pergeseran perilaku konsumen yang kini mengandalkan platform digital dalam mencari, membandingkan, hingga membeli produk — sebuah realitas yang mengubah cara pelaku usaha lokal harus bersaing.
Kepala Dinas KUKM Babel, Arie Primajaya, menyebut pelatihan tiga hari yang diikuti 20 peserta dari kalangan koperasi, UMKM, dan tenaga pendamping ini sebagai langkah konkret meningkatkan kapasitas dan daya saing sumber daya manusia di sektor usaha mikro. “Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara signifikan pola pemasaran,” ujarnya di Pangkalpinang, Rabu (4/6).
Para peserta tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga didorong memiliki kompetensi terukur yang diakui resmi melalui sertifikasi BNSP — sebuah kredensial yang dapat memperkuat profesionalisme individu maupun pelaku usaha dalam pengembangan produk mereka.
Tantangan dan Peluang UMKM di Era Digital
Arie menjelaskan bahwa konsumen kini mencari informasi produk melalui internet, membandingkan harga secara real-time, dan melakukan transaksi secara online. Fenomena ini menciptakan tantangan sekaligus peluang besar bagi UMKM lokal yang selama ini mengandalkan pemasaran konvensional.
“Ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi UMKM kita,” tegasnya. Produk-produk lokal Bangka Belitung yang mencakup olahan makanan, kerajinan, hingga produk berbasis kearifan lokal memiliki potensi besar untuk berkembang — namun membutuhkan dukungan kemampuan pemasaran digital yang mumpuni agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
Digital marketing, menurut Arie, bukan sekadar aktivitas promosi di media sosial. Konsep ini mencakup pemahaman pasar, pembangunan identitas produk, pengelolaan konten, analisis perilaku konsumen, hingga penyusunan strategi pemasaran yang efektif dan terukur.
“Masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi kendala dalam pemasaran digital, mulai dari pembuatan konten, penggunaan marketplace, hingga membaca respons konsumen,” ujarnya, menggambarkan kesenjangan digital yang masih dihadapi banyak pelaku usaha mikro di daerah.
Sertifikasi BNSP sebagai Pengakuan Kompetensi
Sertifikasi BNSP yang diberikan dalam program ini menjadi nilai tambah strategis bagi peserta. Standar yang diakui secara nasional ini memberikan jaminan bahwa pemegang sertifikat telah memiliki kompetensi yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan dalam menjalankan pemasaran digital.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.