Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah strategis dengan mengganti pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), keputusan yang langsung mendapat apresiasi dari elite politik daerah. Erzaldi Rosman, Ketua DPD Gerindra Bangka Belitung sekaligus Gubernur Bangka Belitung periode 2017-2022, menyebut pergantian ini sebagai langkah tepat yang sejalan dengan harapan masyarakat terhadap perbaikan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam pernyataan resminya di Pangkalpinang, Rabu (3 Juni 2026), Erzaldi menekankan bahwa pergantian ini bukan sekadar rotasi birokrasi, melainkan respons terhadap kebutuhan evaluasi dan pembenahan menyeluruh terhadap lembaga yang mengelola salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo.
Latar Belakang Pergantian Pimpinan BGN
Badan Gizi Nasional dibentuk sebagai lembaga khusus untuk mengawal program Makan Bergizi Gratis, salah satu janji kampanye utama Prabowo dalam Pilpres 2024. Program ini dirancang untuk meningkatkan status gizi anak-anak Indonesia melalui pemberian makanan bergizi secara gratis di sekolah-sekolah dan fasilitas pendidikan.
Namun dalam implementasinya di lapangan, program MBG menghadapi berbagai tantangan—mulai dari koordinasi antar lembaga, tata kelola keuangan, hingga efektivitas distribusi manfaat kepada penerima. Pergantian pimpinan BGN menjadi sinyal bahwa pemerintah pusat menyadari perlunya intervensi struktural untuk memastikan program ini berjalan sesuai target.
Erzaldi mengungkapkan bahwa pergantian ini sudah lama dinanti-nantikan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang menjadi sasaran program. “Pak Presiden Prabowo sudah mengambil langkah tepat. Ini sudah lama menjadi harapan dari masyarakat, tentunya terhadap program MBG agar dapat berjalan lebih baik,” katanya.
Harapan Terhadap Pimpinan Baru BGN
Pimpinan baru BGN yang ditunjuk terdiri dari tiga figur: Nanik sebagai Kepala BGN, Mayjen Trenggono sebagai Wakil Ketua, dan Agustina Arumsari. Erzaldi menyatakan harapan besar terhadap tim baru ini untuk segera melakukan pembenahan internal yang komprehensif.
“Pimpinan BGN yang baru, Ibu Nanik beserta Bapak Mayjen Trenggono selaku wakil ketua dan Ibu Agustina Arumsari, diharapkan dapat mengambil kebijakan yang dapat memperkuat tata kelola program mengingat kondisi internal BGN baik di pusat maupun di lapangan atau daerah perlu mendapatkan perhatian,” ujar politisi Gerindra ini.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.