Rabu, 22 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Prabowo Resmi Perkuat Danantara, Bisa Bentuk Holding BUMN

Upacara penandatanganan peraturan pemerintah Indonesia di ruang formal pemerintahan
Foto: Ministry of State Secretariat / Wikimedia Commons (Public domain)

Selain wewenang membentuk holding, PP baru juga memperluas keleluasaan Danantara dalam melakukan investasi lintas sektor. Sebelumnya, lembaga ini terbatas pada sektor-sektor strategis tertentu yang telah ditetapkan. Dengan revisi ini, Danantara dapat mengeksplorasi peluang investasi di berbagai sektor ekonomi yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan tinggi, termasuk sektor digital, energi terbarukan, dan infrastruktur.

Peraturan baru juga mengatur mekanisme pengawasan dan akuntabilitas yang lebih ketat. Danantara diwajibkan untuk melaporkan kinerja portofolio investasinya secara berkala kepada presiden dan lembaga pengawasan yang relevan. Sistem pelaporan ini dirancang untuk memastikan transparansi dalam pengelolaan aset negara sekaligus menjaga agar investasi yang dilakukan tetap sejalan dengan kepentingan nasional jangka panjang.

Implikasi terhadap Struktur BUMN

Revisi PP Danantara membawa implikasi besar terhadap arsitektur kepemilikan dan pengelolaan BUMN di Indonesia. Dengan kewenangan membentuk holding, Danantara dapat melakukan konsolidasi vertikal maupun horizontal pada perusahaan-perusahaan negara yang beroperasi di sektor serupa atau terkait. Konsolidasi semacam ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi tumpang tindih fungsi bisnis, dan menciptakan sinergi antar-BUMN.

Sebagai contoh, BUMN-BUMN yang bergerak di sektor energi dapat dikonsolidasikan di bawah satu holding yang dikelola Danantara. Model serupa juga dapat diterapkan pada sektor transportasi, telekomunikasi, perbankan, dan infrastruktur. Pendekatan holding ini memungkinkan alokasi sumber daya yang lebih optimal, standarisasi tata kelola korporasi, dan peningkatan daya saing di pasar global.

Namun, kebijakan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana Danantara akan mengelola kepentingan berbagai stakeholder dalam proses konsolidasi. Restrukturisasi BUMN seringkali melibatkan isu sensitif seperti efisiensi tenaga kerja, perubahan kultur organisasi, dan redistribusi kekuasaan di tingkat manajemen. Keberhasilan implementasi kebijakan ini akan sangat bergantung pada kemampuan Danantara dalam mengelola proses transisi secara hati-hati dan inklusif.

Konteks Ekonomi Politik di Balik Kebijakan

Keputusan Presiden Prabowo untuk memperkuat Danantara melalui revisi PP ini tidak dapat dilepaskan dari konteks ekonomi politik yang lebih luas. Sejak awal masa jabatannya, Prabowo telah menekankan pentingnya kedaulatan ekonomi dan kemandirian nasional. Penguatan lembaga pengelola investasi negara sejalan dengan visi tersebut, di mana aset-aset strategis negara dikelola secara profesional untuk memaksimalkan nilai bagi kepentingan rakyat.

Halaman:123Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda