BANGKA BELITUNG, JOURNALARTA.COM – Bayangin tahun 2060 Indonesia udah net zero emission. Pabrik jalan, AC rumah adem, tapi polusi udara udah berkurang drastis. Rahasianya apa? Salah satunya PLTN alias Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Dulu denger kata “nuklir” kita langsung inget bom. Padahal buat listrik, nuklir itu kayak “kompor super hemat” yang bahan bakarnya kecil tapi panasnya bisa nyalain kota. Cocok tidak buat masa depan Indonesia?
Kenapa PLTN Masuk Rencana Masa Depan?
Pemerintah targetin net zero emission (NZE) 2060. Batu bara udah mulai dikurangin, Energi Baru Terbarukan (EBT) kayak matahari dan angin bagus tapi mendung dikit langsung drop. Nah PLTN ini punya 3 jurus:
1. Listriknya stabil 24 jam tidak kenal malam dan tidak kenal mendung. 1 gram uranium = tenaga setara 1 ton batu bara.
2. Emisi karbon hampir nol. Asapnya cuma uap air jadi tidak bikin bumi makin panas.
3. Lahannya hemat. PLTN 1000 MW cuma butuh lahan 1-2 km², sedangkan PLTS butuh 20x lipat buat daya yang sama.
Teknologi PLTN Generasi Baru 2030-2060
PLTN sekarang udah beda sama Chernobyl dan Fukushima dulu. Namanya SMR atau Small Modular Reactor. SMR memiliki keunggulan yakni ukuran mini segede lapangan bola dan bisa dibangun di daerah 3T. Kemudian anti meleleh karena sistem pendinginnya otomatis, mati listrik pun reaktor aman sendiri. Selain itu modularnya kayak lego, apabila butuh daya tambah tinggal pasang modul baru. Sistemnya otomatis mati sendiri kalau ada gempa/tsunami. Desainnya beda jauh sama reaktor tahun 1986. Plus lokasi PLTN Indonesia jauh dari sesar aktif.
Limbah nuklir dibuang ke laut? Oh jelas tidak. Limbah padat disegel di drum baja + beton, terus disimpan 500 meter di bawah tanah batuan granit. Volumenya juga kecil, sedangkan sampah nuklir 60 tahun 1 PLTN cuma 1 lapangan basket.
Apakah tarif listrik PLTN mahal nggak? Awal bangun mahal, tapi operasional murah. Biaya pokok listrik PLTN = Rp800-1000/kWh. Lebih stabil dari batu bara yang harganya naik-turun. Diketahui, Indonesia sudah masukin PLTN ke RUPTL PLN 2021-2030. Rencananya 2032 PLTN pertama 500 MW mulai operasi di Kalimantan, sedangkan lokasi masih dikaji.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.