Sabtu, 4 Juli 2026 WIB
BREAKING
KESEHATAN

Kenali Ciri-Ciri Penjilat dan Orang Bermuka Dua di Tempat Kerja: Waspada agar Tidak Terjebak

Kenali Ciri-Ciri Penjilat dan Orang Bermuka Dua di Tempat Kerja
Lingkungan kerja adalah tempat berinteraksi dengan berbagai karakter orang. (Ilustrasi: AI)

JOURNALARTA.COM – Lingkungan kerja adalah tempat berinteraksi dengan berbagai karakter orang. Di antara rekan kerja yang jujur dan profesional, terkadang ada sosok yang sulit dipercaya seperti para penjilat dan orang bermuka dua. Kehadiran mereka bisa merusak suasana, menimbulkan kesalahpahaman, bahkan merugikan karirmu jika tidak disikapi dengan bijak.

Berikut ciri-ciri yang mudah dikenali agar kamu bisa lebih waspada:  

1. Ciri-Ciri Orang Bermuka Dua

Orang tipe ini memiliki dua wajah yaitu satu di depanmu, satu lagi di belakangmu. Kata dan tindakannya sering tidak selaras. Pertama, Berbicara manis di depan, buruk di belakang.Di hadapanmu, ia memuji berlebihan, seolah menjadi sahabat terbaik. Namun begitu kamu pergi, ia menyebarkan gosip, mengkritik keras, atau memutarbalikkan fakta agar kamu terlihat buruk di mata orang lain.

Kedua, Sangat pandai menyesuaikan diriIa mudah berubah sikap tergantung siapa yang diajak bicara. Kepada atasan, ia terlihat sopan dan patuh sedangkan kepada rekan kerja lain, ia bisa bersikap santai bahkan meremehkan. Tujuannya hanya satu yaitu agar disukai semua pihak tanpa memegang prinsip.

Ketiga, Suka memecah belah. Ia sering menyampaikan ucapan orang lain dengan nada yang diubah agar terdengar menyinggung. Tujuannya agar terjadi perselisihan, sementara ia justru tampak sebagai pihak yang netral atau korban.

Keempat, Sulit dipercaya janjinya. Jika berjanji membantu atau merahasiakan sesuatu, jangan harap itu akan dipegang teguh. Ia mudah mengingkari kata-kata demi kepentingan sesaat.

2. Ciri-Ciri Para Penjilat

Berbeda dengan orang bermuka dua, penjilat lebih fokus pada mencari keuntungan pribadi dengan cara mendekati atasan secara berlebihan, sering kali dengan mengorbankan orang lain.

Pertama, Memberi pujian yang berlebihan dan tidak wajar. Ia memuji atasan bukan karena prestasi, melainkan untuk mencari perhatian. Bahkan hal kecil sekalipun dipuji seolah hal yang luar biasa, agar dianggap baik dan setia.

Kedua, Suka melaporkan hal remeh secara berlebihan. Setiap kesalahan kecil rekan kerja, bahkan hal yang seharusnya diselesaikan secara kekeluargaan, ia laporkan langsung ke atasan. Ia berharap dianggap sebagai karyawan yang jujur dan waspada.

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda