Selasa, 28 Juli 2026 WIB
BREAKING
HIBURAN

Sinopsis Sinetron Terikat Janji Eps 65: Di Ujung Keputusasaan, Sekejap Harapan

Sinopsis Sinetron Terikat Janji Eps 65
Suasana di keluarga Adhitama semakin memanas sejak kebenaran perlahan mulai terungkap

“Apa maksud dari bukti transfer ini, Kak Dinda? Uang miliaran rupiah milik perusahaan yang lenyap, ternyata masuk ke rekening saudara kamu. Katakan padaku, apa ini hanya kebetulan atau memang rencana licik kalian berdua?” serang Andin langsung pada intinya.

Wajah Dinda yang pucat perlahan berubah merah menahan marah. Ia mencoba memutarbalikkan fakta seperti biasa, berlagak tersinggung dan menangis merayu ibunya.

“Ibu, dengar aku! Ini fitnah, mereka ingin membuang aku dari rumah ini karena iri melihat aku yang selalu ibu sayang. Dokumen ini pasti palsu atau sudah direkayasa Andin untuk menjatuhkanku!”

Namun kali ini, tangisan Dinda tidak lagi meluluhkan hati Bu Rina. Ibu itu diam saja, menatap tajam ke arah Dinda seolah sedang menembus kedok yang selama ini tertutup. Keheningan itu membuat Dinda semakin panik, sementara Arga mulai kehilangan akal sehatnya. Di luar dugaan, Arga mengamuk, membalikkan meja dan mengancam akan menyakiti siapa saja yang berani menghalangi jalannya.

“Kalian semua terlalu lancang! Ingat, semua kekayaan ini akan menjadi milikku dan Dinda. Jangan harap kalian bisa merebutnya kembali!” bentak Arga sebelum melarikan diri keluar rumah diikuti langkah cepat Dinda yang sempat melirik Andin dengan tatapan penuh kebencian.

Puncak Konflik: Bahaya Mengancam

Tak puas hanya dengan teriakan, sore harinya Dinda menyusun rencana nekat. Ia diam-diam memerintahkan orang suruhannya untuk menyusul Andin yang hendak pulang dari kantor lewat jalan sepi pinggiran kota. Di tengah perjalanan, mobil Andin dipaksa menepi oleh kendaraan lain. Ketakutan menyelimuti hati Andin saat dua orang bertopeng turun dan mencoba merebut serta merusak seluruh berkas bukti yang dibawanya.

“Tinggalkan saja barang-barang itu dan kami tidak akan menyakitimu!” teriak salah satu penjahat itu.

Andin berusaha melawan sekuat tenaganya, berteriak meminta tolong sambil melindungi berkas itu seolah itu nyawanya sendiri. Saat keadaan hampir tak tertolong, Adit yang kebetulan menyusul di belakang datang tepat waktu. Ia menabrak kendaraan penjahat itu dengan motornya, memaksa mereka kabur membawa kekalahan. Napas Andin terengah-engah, keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Kali ini ia sadar, permainan Dinda dan Arga sudah melampaui batas kejahatan.

Halaman:123Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda