JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Aksi unjuk rasa bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama aliansi kampus se-Jabodetabek pada Jumat (12/6/2026) siang hingga sore ini sempat berubah menjadi kericuhan.
Ketegangan terjadi saat massa berusaha menembus barikade aparat gabungan yang menutup akses menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
Kronologi Lengkap Kejadian
Berdasarkan pantauan lapangan dan keterangan resmi, peristiwa berlangsung sebagai berikut:
1. Pukul 10.00–12.30 WIB: Rombongan mahasiswa berangkat dari Kampus UI Depok menggunakan bus dan kendaraan lain. Di Simpang Susun Semanggi dan Jalan Sudirman, mereka dicegat rantis dan barikade polisi. Aparat mengarahkan agar aksi dipindahkan ke depan Gedung DPR, namun ditolak ketua BEM UI.
2. Pukul 14.15 WIB: Massa memutuskan berjalan kaki menuju Bundaran HI. Ketegangan meningkat saat mencapai kawasan Halte Tosari dan depan Gedung Thamrin Nine, di mana barisan aparat berjajar rapat dengan tameng penghalang.
3. Pukul 15.45–16.30 WIB: Terjadi insiden saling dorong antara massa di barisan depan dengan petugas. Sejumlah peserta aksi melemparkan botol plastik dan benda ringan, sementara aparat menahan laju massa tanpa menggunakan kekerasan berlebihan.
4. Pukul 17.30 WIB: Situasi mulai mereda setelah perwakilan mahasiswa berdialog dengan pejabat kepolisian. Massa tetap bertahan di lokasi tanpa berusaha menerobos kembali.
Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan, mengatakan bahwa mereka hanya ingin menyampaikan aspirasi di tempat yang telah direncanakan.
“Penyekatan berlebihan inilah yang memicu ketegangan. Kami tetap berpegang pada prinsip damai, namun hak berekspresi harus dihormati,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan untuk menjaga ketertiban umum dan kelancaran lalu lintas.
“Kami tidak melarang penyampaian aspirasi, namun meminta agar sesuai izin dan lokasi yang ditetapkan. Tidak ada penggunaan gas air mata atau kekerasan berat,” katanya.
Data Kerusakan dan Korban
Hingga saat ini belum ada laporan korban luka serius dari kedua pihak baik para pendemo maupun aparat penegak hukum. Namun beberapa kendaraan rantis mengalami kerusakan ringan akibat lemparan benda.
Sementara itu lalu lintas di jalan Sudirman–Thamrin lumpuh total selama lebih dari 3 jam termasuk rute TransJakarta dialihkan.
Latar Belakang Aksi & Tuntutan
Diberitakan sebelumnya bahwa aksi unjuk rasa ini mengusung lima poin utama:
1. Evaluasi tajam pemborosan APBN
2. Penurunan harga BBM dan kebutuhan pokok
3. Penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih
4. Penolakan perluasan peran militer di ranah sipil
5. Pertanggungjawaban pemerintah atas kondisi ekonomi yang dinilai memburuk
Polda Metro Jaya mengimbau agar masyarakat menghindari kawasan Sudirman–Thamrin hingga situasi benar-benar aman. Dialog antara perwakilan mahasiswa dan aparat masih berlangsung guna mencari solusi damai sebelum massa membubarkan diri.(*)