Brazil, Journalarta.com – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di lokasi wisata ekstrem Pedra da Gávea, Rio de Janeiro, Brasil, yang merenggut nyawa seorang wanita berusia 21 tahun.
Korban dilaporkan jatuh dari ketinggian sekitar 35 meter saat hendak melakukan aktivitas rope jump. Diduga kuat, kecelakaan terjadi karena peralatan keselamatan utama berupa tali pengaman belum terpasang dengan benar atau sama sekali belum dipasang.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan polisi dan saksi mata, peristiwa terjadi pada Sabtu, 13 Juni 2026 pukul 11.30 waktu setempat. Korban, yang merupakan warga negara Brasil, tiba bersama rombongan teman dan pemandu wisata lokal untuk mencoba aktivitas rope jump, varian olahraga ekstrem mirip bungee jumping.
Berdasarkan keterangan saksi, korban telah mengenakan sabuk pengaman tubuh, namun sebelum melompat, tali utama yang berfungsi menahan beban diduga belum dikaitkan ke titik jangkar atau belum terpasang sepenuhnya.
Saat pemandu memberi isyarat, korban melompat dari tebing dan langsung jatuh bebas ke area semak berbatu di bawahnya.
Tim penyelamat tiba dalam waktu 15 menit, namun korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi akibat luka parah di sekujur tubuh.
Dugaan Awal Penyebab Kecelakaan
Kapten Polisi Militer Brasil, Carlos Alberto Silva, dalam konferensi pers menyampaikan hasil penyelidikan awal dan mengatakan “Dari pemeriksaan awal terhadap peralatan dan keterangan saksi, terdapat indikasi kuat bahwa tali pengaman utama belum terhubung dengan benar sebelum korban melompat. Hal ini diduga akibat kelalaian prosedur keamanan dari pihak pengelola lokasi dan pemandu yang bertugas.”
Pihak berwenang juga menduga adanya pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku untuk aktivitas wisata ekstrem. Lokasi tersebut saat ini sedang diselidiki terkait izin operasional dan kelayakan peralatan yang digunakan.
Otoritas Pariwisata Negara Bagian Rio de Janeiro mengeluarkan peringatan resmi bagi wisatawan dan pengelola lokasi agar selalu pastikan lokasi memiliki izin operasional resmi.
Selain itu memverifikasi kondisi peralatan dan sertifikasi pemandu, jangan ragu menunda jika merasa ada yang tidak beres dengan prosedur keamanan, dan pengelola wajib mematuhi standar keselamatan nasional yang ketat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.