SURABAYA — Dua bocah laki-laki berusia 7 dan 5 tahun tewas terjebak dalam kamar mereka yang terkunci saat rumah mereka di Jalan Simorejo XVI No 4, Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, terbakar pada Minggu (13/9) sore. Peristiwa tragis ini terjadi ketika orang tua kedua anak, Moch. Kayis Khabibullah dan istri, sedang keluar untuk takziah.
Kaffa Bihi Abdillah (7) dan Khotibul Umam (5) menjadi korban setelah api merambat ke kamar mereka. Menurut keterangan warga dan petugas pemadam kebakaran, kamar tempat kedua bocah berada dikunci dari luar menggunakan rantai yang dikaitkan pada sisi pintu dan tembok. Keadaan inilah yang mencegah mereka keluar saat api menyerang.
Laporan pertama tentang kebakaran diterima oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya pada pukul 15.38 WIB. Warga setempat yang disebut Wawan mengatakan, kejadian dimulai ketika penduduk gang dikejutkan oleh kepulan asap dari bagian atap rumah. Warga berteriak meminta pertolongan dan berusaha memadamkan api sambil menunggu petugas tiba.
Tim damkar tiba di lokasi pada pukul 15.44 WIB, sekitar 6 menit setelah laporan masuk. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran DPKP Kota Surabaya, M. Rokhim, menjelaskan bahwa unit yang diberangkatkan cukup besar untuk menangani situasi.
“Unit yang diberangkatkan 4 unit tempur dan 5 unit rescue, 3 unit tempur Pos TVRI, 1 unit tempur rayon 1 Pasar Turi, 4 unit Tim Rescue, 1 unit Walang Kadung Rescue,” kata Rokhim.
Api Diduga dari Korsleting Listrik
Saat petugas sampai, api di dalam kamar sudah padam, namun masih terasa panas. Tim hanya perlu melakukan pembasahan untuk memastikan tidak ada api yang tersembunyi di celah-celah tembok. Penyelidikan awal menunjukkan bahwa kebakaran bermula dari dalam kamar korban dengan penyebab diduga korsleting listrik.
“Korsleting listrik, exhaust dan kipas kamar yang terbakar lalu merambat ke kasur,” ungkap Rokhim. Api yang awalnya kecil kemudian meluas dengan cepat, mengisi kamar dengan asap dan panas yang mematikan.
Penyebab kematian kedua anak diduga karena mereka terjebak di dalam kamar yang tidak bisa mereka buka dari dalam. Sistem kunci rantai dari luar adalah bagian dari rutinitas orang tua untuk menjaga keamanan. Namun, pada saat situasi darurat seperti ini, kunci tersebut justru menjadi perangkap yang fatal.
Orang Tua Sedang Melayat
Wawan, warga sekitar, menambahkan konteks penting: orang tua kedua bocah sedang berada di luar untuk takziah saat kebakaran terjadi. Mereka tidak menyadari bahwa keluarga mereka mengalami bencana hingga petugas atau warga lain memberi tahu. Saat petugas masuk ke kamar, kedua anak sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Seluruh proses pengecekan dan pembasahan selesai pada pukul 17.28 WIB. Petugas tidak menemukan korban lain atau kerusakan yang meluas ke rumah-rumah sekitar. Kejadian ini menjadi peringatan keras tentang risiko mengunci anak-anak di kamar, terutama mengingat potensi keadaan darurat yang tidak terduga seperti kebakaran.
Pertemuan dengan keluarga akan menentukan langkah investigasi lebih lanjut, meski penyebab api sudah cukup jelas. Otopsi akan dilakukan untuk memastikan penyebab kematian secara medis.
Sementara itu, DPKP Kota Surabaya telah mencatat peristiwa ini sebagai bagian dari data kebakaran kota, di mana jumlah korban jiwa dari insiden tunggal ini menjadi yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir di wilayah Sukomanunggal.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.