Jakarta, Journalarta.com – Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF) secara resmi mengumumkan pemutusan kontrak kerja dengan pelatih kepala Sabri Lamouchi hanya beberapa jam setelah kekalahan telak 1–5 dari Swedia dalam laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026, Senin (15/6) pagi WIB. Keputusan ini menjadi salah satu langkah paling mengejutkan sepanjang sejarah turnamen, mengingat baru satu pertandingan berlangsung dan masih ada peluang matematis untuk lolos.
Presiden FTF, Wajdi Aouadi mengatakan bahwa keputusan diambil setelah evaluasi mendalam terhadap kinerja tim, strategi permainan, dan dinamika internal selama persiapan hingga laga pembuka.
“Komite Eksekutif Federasi memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Sabri Lamouchi dengan pertimbangan menyeluruh. Penampilan tim dalam pertandingan pertama tidak memenuhi standar kualitas, semangat juang, dan taktik yang diharapkan. Kami melihat ketidaksesuaian antara visi permainan dan potensi nyata yang dimiliki skuad nasional.” ujarnya dalam siaran pers, mengutip onefootball.com, Senin (15/6).
Alasan Utama Pemecatan
Meskipun kalah dengan selisih empat gol, evaluasi teknis menunjukkan Tunisia kesulitan membangun serangan terstruktur, kehilangan banyak bola di lini tengah, dan tampil kurang percaya diri. Tim yang dijuluki El Eagles Kartago itu hanya mencatat dua tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit pertandingan, jauh di bawah standar yang ditetapkan.
Dewan teknis menilai penerapan formasi 4-2-3-1 yang digunakan Lamouchi tidak cocok dengan karakteristik utama para pemain. Posisi beberapa pemain kunci dianggap tidak tepat, sehingga menghambat aliran permainan dan menurunkan efektivitas serangan balik yang menjadi kekuatan tradisional Tunisia.
Sumber internal yang dikonfirmasi media resmi Tunisia menyebutkan adanya ketegangan antara pelatih dan sejumlah pemain inti terkait peran di lapangan dan metode latihan. Situasi ini memengaruhi kekompakan tim, yang terlihat jelas saat menghadapi tekanan dari lawan.
Sebagai satu-satunya wakil Afrika Utara di grup tersebut, harapan masyarakat Tunisia sangat tinggi. Federasi memandang perlu mengambil langkah tegas sedini mungkin sebelum kompetisi semakin ketat, meski langkah ini dianggap tidak biasa di turnamen singkat seperti Piala Dunia.
Profil Singkat Sabri Lamouchi
Pelatih berkewarganegaraan Prancis-Tunisia ini diangkat pada Oktober 2025 dengan kontrak hingga akhir Piala Dunia. Ia sebelumnya menangani klub-klub besar di Eropa dan membawa Tunisia lolos ke putaran final dengan catatan imbang dua kali dan menang tiga kali di babak kualifikasi. Namun penampilan di fase akhir dinilai gagal memenuhi target.
Untuk dua pertandingan tersisa melawan Belanda dan Jepang, asisten pelatih Jamel Beladi akan ditunjuk sebagai pelatih sementara. Federasi menegaskan komitmennya tetap berusaha memberikan hasil terbaik, meski posisi di klasemen sementara berada di urutan terbawah.
Wajdi Aouadi menambahkan bahwa keputusan ini diambil demi kepentingan jangka panjang tim nasional.
“Kami percaya perubahan kepemimpinan teknis dapat membangkitkan kembali semangat juang para pemain dan memperbaiki pola permainan agar lebih kompetitif,” tutupnya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.