BOSTON, JOURNALARTA.COM – Skotlandia kalah 0–1 dari Maroko dalam laga Grup C Piala Dunia 2026 di Boston, Sabtu (20/6) pagi WIB, namun tim ini masih berpeluang melaju ke babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka di turnamen ini.
Gol tunggal Ismael Saibari pada menit pertama tepatnya 78 detik sejak peluit awal langsung menentukan hasil pertandingan. Ribuan pendukung Skotlandia berbaju biru yang semula bersorak menyanyikan Flower of Scotland seketika terdiam. Sorak sorai berganti ke kubu Maroko.
Gol Kilat yang Menentukan
Saibari menerobos pertahanan Skotlandia yang terlambat bereaksi, melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihentikan kiper Angus Gunn. Gol itu lahir dari kelambanan lini belakang Skotlandia yang langsung dibayar mahal.
Maroko tampil lebih dominan sepanjang babak pertama. Tim asal Afrika Utara itu lebih lancar mengalirkan bola dan menekan lewat pergerakan lincah Brahim Diaz yang berulang kali merepotkan barisan pertahanan Skotlandia. Skotlandia kerap berhasil merebut bola, tapi sering kehilangan keputusan di momen krusial.
Baru di menit ke-45 Skotlandia melepaskan tembakan pertama ke gawang oleh John McGinn dan meleset jauh. Peluit babak pertama disambut campuran tepuk tangan dan cemoohan, sebagian besar terarah ke wasit Ilgiz Tantashev yang dianggap condong ke Maroko dalam setiap keputusannya.
Wasit Jadi Sorotan, Penalti Ditolak
Satu momen yang memanas, Issa Diop hanya mendapat kartu kuning setelah menjatuhkan Chè Adams di jarak 40 meter dari gawang. Tendangan bebas yang didapat Skotlandia disambut sorakan sarkastis dari tribun.
Di babak kedua, Tantashev kembali menjadi pusat kontroversi. Ia menolak permintaan penalti Skotlandia setelah McGinn dijatuhkan di dalam kotak penalti dan keputusan yang langsung memicu protes keras dari pemain dan pendukung. Wasit bahkan sempat menegur Kieran Tierney untuk merapikan kaus kakinya, hal kecil yang justru memperkeruh suasana.
Pelatih Steve Clarke merespons dengan memasukkan Ben Gannon-Doak menggantikan Tierney, diiringi nyanyian dukungan dari sudut tribun yang masih setia.
Momen Haru untuk Donny Strathie
Di tengah jeda tiga menit sebelum babak kedua dilanjutkan, layar raksasa stadion menampilkan penghormatan untuk Donny Strathie pendukung setia Skotlandia yang meninggal mendadak saat mengikuti laga timnya di Boston pekan lalu. Seluruh penonton berdiri dan bertepuk tangan.
Momen itu menjadi jeda emosional di tengah pertandingan yang penuh tekanan. Sejenak, persaingan di lapangan terhenti digantikan rasa duka yang menyatukan dua kubu pendukung.
Masih Ada Harapan
Meski kalah, Skotlandia belum tersingkir dari Piala Dunia 2026. Hasil di laga terakhir Grup C akan menentukan nasib mereka. Bila lolos, ini akan menjadi pertama kalinya Skotlandia menembus babak gugur Piala Dunia sepanjang sejarah keikutsertaan mereka.
Enam hari sebelumnya, Skotlandia mengalahkan Haiti 1–0 dalam laga pembuka grup dan kemenangan inipun disambut euforia besar oleh para pendukungnya. Kini, mereka harus menunggu hasil pertandingan lain untuk tahu apakah perjalanan bersejarah itu bisa berlanjut.
Di luar stadion, pendukung Skotlandia dan Maroko masih berbaur di bawah sinar matahari sore Boston, melanjutkan semangat sportivitas yang menjadi warna khas turnamen empat tahunan ini. Tapi di dalam kepala para pemain Skotlandia, satu pertanyaan pasti masih menggantung, apakah ini sudah cukup untuk lolos?
Untuk melihat skor dan jadwal realtime, analisa, prediksi, game, dan kabar terbaru seputar Piala Dunia 2026 dapat melalui link: JournalArta Special Event https://journalarta.com/piala-dunia-2026/
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.