JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Skotlandia dan Maroko beradu nasib di Grup C Piala Dunia FIFA 2026, Sabtu (19/6/2026) pukul 05.00 WIB, di Gillette Stadium, Boston. Keduanya sama-sama butuh poin penuh, kalah di laga perdana ini bisa membuat jalan ke babak 32 besar terasa jauh lebih berat.
Gillette Stadium yang berkapasitas 65.878 penonton menjadi arena laga yang secara teknis dan taktis menjanjikan benturan dua karakter berbeda yakni fisik dan langsung dari Skotlandia, melawan kecepatan serta teknik Maroko.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
Skotlandia: Kokoh tapi Terbatas
Skotlandia masuk laga ini sebagai tim peringkat 34 dunia. Mereka bukan tim yang mudah dikalahkan. Rata-rata kebobolan hanya 0,8 gol per laga dalam dua tahun terakhir, angka yang mencerminkan betapa disiplinnya lini belakang mereka.
Kekuatan utama tim asuhan Federasi Sepak Bola Skotlandia ini bertumpu pada duel udara, umpan silang, dan transisi cepat. Andy Robertson dari Liverpool mengawal sisi kiri dengan sigap, sementara Scott McTominay (Napoli) dan John McGinn (Aston Villa) menjadi penggerak ritme di tengah.
Tapi ada kelemahan yang sulit disembunyikan. Variasi serangan Skotlandia cukup terbatas. Mereka sering bergantung pada pemain kunci, dan saat menghadapi tim dengan teknik individu tinggi, tempo bangunan serangan mereka bisa melambat drastis.
Dari 10 laga terakhir, mereka meraih 4 kemenangan, 3 imbang, dan 3 kekalahan. Konsisten, tapi tidak mengesankan.
Maroko: Singa Atlas Siap Buktikan Diri Lagi
Maroko bukan tim sembarangan. Peringkat 15 dunia. Semifinalis Piala Dunia 2022 di Qatar punya pencapaian bersejarah yang mengubah cara dunia memandang sepak bola Afrika.
Achraf Hakimi (Paris Saint-Germain) adalah senjata utama di sayap kanan. Kecepatan dan kemampuannya membuat overlap membuka ruang yang sering dimanfaatkan Youssef En-Nesyri di kotak penalti. Penjaga gawang Yassine Bounou, kini di Al Hilal, memberikan ketenangan di bawah mistar.
Gaya bermain Maroko mengandalkan penguasaan bola, perpindahan posisi cepat, dan umpan terobosan untuk memecah pertahanan lawan. Dalam 10 laga terakhir, mereka menang 5, imbang 3, dan kalah 2 dengan hanya 1 kekalahan di 5 laga tandang terakhir.
Kelemahan mereka? Konsentrasi di menit-menit akhir kadang menurun. Dan mereka bisa rentan ketika dipaksa bermain fisik keras serta menghadapi serangan balik cepat.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.