KUPANG, JOURNALARTA.COM – Aktivitas gempa bumi susulan masih terus mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pasca gempa utama berkekuatan Magnitudo (M) 7.7 pada 15 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kupang merilis data terbaru yang mencatat total 3.055 gempa susulan hingga Selasa, 19 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB.
Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 88 kejadian di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat. Gempa dengan magnitudo paling besar tercatat M6.2, sementara yang terkecil M1.1. Dalam rentang waktu empat hari sejak gempa utama, BMKG juga mengidentifikasi 25 gempa susulan dengan magnitudo sama atau di atas 5.
Sebaran Titik Gempa Susulan Flores
Peta sebaran yang dikeluarkan BMKG menunjukkan dominasi warna merah pada titik-titik gempa, mengindikasikan bahwa sebagian besar gempa susulan memiliki magnitudo di atas 3. Sebaran aftershock ini tampak memanjang, mengikuti jalur Sesar Flores Backarc Thrust yang berada di bagian utara Pulau Flores. Aktivitas seismik paling padat terkonsentrasi di sekitar episenter gempa utama M7.7.
Pola gempa susulan semacam ini disebut BMKG sebagai fenomena yang wajar, merupakan bagian dari proses pelepasan energi bumi setelah terjadinya gempa berkekuatan besar. Meskipun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada.
Imbauan BMKG Pasca Gempa Flores M7.7
BMKG mengingatkan, potensi terjadinya gempa susulan dengan magnitudo di atas 5 masih ada dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, warga diminta untuk tidak panik dan tidak terprovokasi oleh informasi hoaks yang mungkin beredar. Penting bagi masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak atau struktur yang rawan runtuh.
Masyarakat juga diimbau agar selalu memantau informasi resmi mengenai aktivitas seismik hanya dari sumber-sumber terpercaya seperti BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Kronologi Singkat Gempa Utama
Gempa utama M7.7 yang melanda Flores pada 15 Agustus 2026 berpusat di laut Flores dengan kedalaman dangkal. Guncangan kuat saat itu dirasakan hingga ke beberapa wilayah di Nusa Tenggara dan Sulawesi. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami, namun peringatan tersebut kemudian dicabut setelah analisis menunjukkan tidak adanya potensi tsunami yang signifikan.
Hingga 19 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB, dengan 3.055 gempa susulan yang tercatat, dan 88 di antaranya dirasakan, BMKG akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas seismik di wilayah Flores. Warga diimbau untuk tetap siaga dan mengikuti setiap arahan dari petugas berwenang demi keselamatan bersama.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.