MONTERREY — Belanda sudah pulang. Mimpi melaju jauh di Piala Dunia 2026 kandas di babak 32 besar, setelah Maroko menang adu penalti menyusul hasil imbang 1-1 dalam waktu normal. Tapi pelatih Ronald Koeman? Dia tak mau minta maaf satu kata pun.
Pertanyaan besar langsung memburu Koeman seusai peluit panjang berbunyi di Stadion Monterrey, Meksiko: kenapa nekat memasang lima bek melawan Maroko? Tim yang penuh kreativitas dan kecepatan di lini depan itu. Banyak yang mempertanyakan, bahkan mencibir.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
Koeman tidak bergeming.
“Kalau Mereka Tidak Samakan Skor, Kalian Akan Puji Saya”
Pelatih berusia 63 tahun itu langsung memberikan pembelaan yang terstruktur — bukan emosional, tapi argumentatif. Menurutnya, pendekatan bertahan yang dipilih terbukti efektif selama jalannya laga, setidaknya hingga menit-menit akhir.
“Dengan pendekatan bertahan ini, kami kebobolan jauh lebih sedikit dibanding saat fase grup. Itu hal positif, meski kami memang kurang ofensif,” kata Koeman seperti dikutip Reuters.
Gol penyama kedudukan Maroko datang di injury time babak kedua lewat Issa Diop — bek Fulham itu meneruskan umpan silang Talbi dengan tandukan yang mengoyak jala gawang Belanda. Sebelumnya, Cody Gakpo lebih dulu membuka keunggulan di menit 72.
Gol telat Diop itulah yang mengubah segalanya. Dari kemenangan meyakinkan menjadi drama penalti. Dan Belanda pun kalah.
Koeman sadar betul ironisnya situasi itu. “Saya yakin, kalau Maroko tidak menyamakan kedudukan dengan gol telat itu, pasti banyak pujian yang mengalir buat saya. Sekarang mungkin saya yang dicaci maki. Tapi saya tetap yakin pilihan itu perlu dilakukan,” ujarnya.
Bukan Takut, Tapi Analisis
Banyak yang membaca formasi lima bek sebagai tanda Belanda gentar menghadapi Maroko. Koeman keras menolak framing itu.
“Ini bukan soal rasa takut. Sama sekali bukan itu. Kenapa harus takut? Kami memasang tiga penyerang di lapangan,” tegasnya.
Belanda memang tidak tampil dengan garis serangan yang kosong. Trio penyerang terbaik mereka tetap bermain — pilihan Koeman lebih ke soal keseimbangan lini tengah dan pertahanan, bukan menyerah sebelum bertanding.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.