Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Belanda Tersingkir, Koeman Ogah Minta Maaf Pakai 5 Bek Lawan Maroko

Suporter Belanda dan Maroko usai laga Piala Dunia 2026 berakhir adu penalti
Ronald Koeman tolak minta maaf atas taktik 5 bek Belanda yang berujung kekalahan penalti lawan Maroko di Piala Dunia 2026. (Ilustrasi: AI)

MONTERREY — Belanda sudah pulang. Mimpi melaju jauh di Piala Dunia 2026 kandas di babak 32 besar, setelah Maroko menang adu penalti menyusul hasil imbang 1-1 dalam waktu normal. Tapi pelatih Ronald Koeman? Dia tak mau minta maaf satu kata pun.

Pertanyaan besar langsung memburu Koeman seusai peluit panjang berbunyi di Stadion Monterrey, Meksiko: kenapa nekat memasang lima bek melawan Maroko? Tim yang penuh kreativitas dan kecepatan di lini depan itu. Banyak yang mempertanyakan, bahkan mencibir.

Koeman tidak bergeming.

“Kalau Mereka Tidak Samakan Skor, Kalian Akan Puji Saya”

Pelatih berusia 63 tahun itu langsung memberikan pembelaan yang terstruktur — bukan emosional, tapi argumentatif. Menurutnya, pendekatan bertahan yang dipilih terbukti efektif selama jalannya laga, setidaknya hingga menit-menit akhir.

“Dengan pendekatan bertahan ini, kami kebobolan jauh lebih sedikit dibanding saat fase grup. Itu hal positif, meski kami memang kurang ofensif,” kata Koeman seperti dikutip Reuters.

Gol penyama kedudukan Maroko datang di injury time babak kedua lewat Issa Diop — bek Fulham itu meneruskan umpan silang Talbi dengan tandukan yang mengoyak jala gawang Belanda. Sebelumnya, Cody Gakpo lebih dulu membuka keunggulan di menit 72.

Gol telat Diop itulah yang mengubah segalanya. Dari kemenangan meyakinkan menjadi drama penalti. Dan Belanda pun kalah.

Koeman sadar betul ironisnya situasi itu. “Saya yakin, kalau Maroko tidak menyamakan kedudukan dengan gol telat itu, pasti banyak pujian yang mengalir buat saya. Sekarang mungkin saya yang dicaci maki. Tapi saya tetap yakin pilihan itu perlu dilakukan,” ujarnya.

Bukan Takut, Tapi Analisis

Banyak yang membaca formasi lima bek sebagai tanda Belanda gentar menghadapi Maroko. Koeman keras menolak framing itu.

“Ini bukan soal rasa takut. Sama sekali bukan itu. Kenapa harus takut? Kami memasang tiga penyerang di lapangan,” tegasnya.

Belanda memang tidak tampil dengan garis serangan yang kosong. Trio penyerang terbaik mereka tetap bermain — pilihan Koeman lebih ke soal keseimbangan lini tengah dan pertahanan, bukan menyerah sebelum bertanding.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda