Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Belanda Tersingkir, Koeman Ogah Minta Maaf Pakai 5 Bek Lawan Maroko

Suporter Belanda dan Maroko usai laga Piala Dunia 2026 berakhir adu penalti
Ronald Koeman tolak minta maaf atas taktik 5 bek Belanda yang berujung kekalahan penalti lawan Maroko di Piala Dunia 2026. (Ilustrasi: AI)

“Ini soal posisi bertahan yang lebih solid, berdasarkan analisis terhadap kekuatan lawan. Kita bisa berdebat soal ini sampai besok malam. Anda punya pandangan sendiri, itu tidak masalah. Tapi saya juga punya pandangan yang berbeda,” kata Koeman, tenang tapi tegas.

Maroko Terlalu Berbeda dari Swedia dan Tunisia

Ada satu poin yang kerap luput dari perdebatan taktik ini: konteks kualitas lawan. Fase grup Belanda mempertemukan mereka dengan Swedia dan Tunisia — lawan yang secara peringkat dan kekuatan berada di bawah Maroko. Di babak gugur, ancaman meningkat drastis.

Koeman melihat Maroko bukan sebagai lawan biasa. Tim Afrika Utara itu adalah semifinalis Piala Dunia 2022 — sejarah yang tidak boleh dianggap remeh. Menghadapi mereka dengan pendekatan yang sama seperti fase grup, bagi Koeman, justru yang tidak masuk akal.

“Kami kebobolan jauh lebih sedikit melawan tim yang jauh lebih kuat daripada Swedia dan Tunisia. Dan jika harus mengulanginya, saya akan memilih cara yang sama,” ucapnya.

Akhir Perjalanan yang Pahit

Belanda pulang lebih cepat dari yang diharapkan. Skuad bertabur bintang — Virgil van Dijk di belakang, Gakpo dan Xavi Simons di lini serang — memiliki kualitas untuk melangkah jauh. Tapi sepak bola tidak selalu berjalan sesuai nama besar.

Satu gol injury time Diop menghancurkan rencana Koeman. Laga yang nyaris sempurna secara taktikal di mata sang pelatih berubah menjadi mimpi buruk dalam hitungan detik. Adu penalti menjadi eksekusi.

Koeman tidak akan mundur dari keyakinannya. Benar atau salah, dia memilih bertanggung jawab atas keputusannya — bukan bersembunyi di balik pemain. Itu setidaknya yang bisa diapresiasi dari sosok yang sudah lama kenyang di dunia sepak bola elite Eropa.

Tapi sepak bola tidak mengenal argumen. Yang dicatat adalah hasil. Dan Belanda, di Piala Dunia 2026 ini, sudah selesai.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda