MONTERREY — Satu tendangan ke pojok kiri gawang. Bert Verbruggen melompat ke arah yang salah. Dan Maroko pun melaju.
Ismael Saibari jadi algojo terakhir dalam drama adu penalti Maroko versus Belanda di Stadion Monterrey, Meksiko, Selasa (30/6). Skor akhir 3-2 dalam tos-tosan — setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu — mengantar Singa Atlas ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
Tapi lebih dari sekadar tiket lolos, malam itu Saibari baru saja masuk ke dalam sejarah.
Rekor yang Hanya Dimiliki Dua Orang
Statistikawan sepak bola Misterchip mencatat, Saibari kini jadi pemain kedua dalam sejarah Piala Dunia yang berhasil menyingkirkan negara tempat ia menjalani karier klub. Penyerang berusia 24 tahun itu membela PSV Eindhoven di Eredivisie — dan malam itu, tendangan penaltinya memaksa Belanda angkat koper dari turnamen.
Satu-satunya pemain yang pernah melakukannya sebelumnya? Cristiano Ronaldo. Di Piala Dunia 2006, CR7 yang kala itu berseragam Manchester United sukses menyingkirkan Inggris — negara liga tempatnya bermain — juga lewat babak penalti.
Dua pemain. Dua generasi berbeda. Satu rekor yang sama.
Drama 120 Menit yang Melelahkan
Laga itu jauh dari mudah bagi Maroko. Kedua tim saling jual beli peluang sepanjang 90 menit, dengan gol masing-masing satu yang memaksa pertandingan masuk babak tambahan. Dua kali 15 menit berlalu tanpa gol tambahan — dan penalti pun jadi satu-satunya cara menentukan pemenang.
Di sinilah Saibari tampil sebagai pahlawan. Tendangannya tenang, terukur, dan mematikan. Verbruggen tak punya jawaban.
Kemenangan ini bukan keberuntungan. Maroko memang datang ke turnamen dengan mental baja — warisan dari perjalanan epik mereka di Piala Dunia 2022 Qatar, ketika mereka jadi tim Afrika pertama yang menembus semifinal. Skuad asuhan Walid Regragui tahu cara bertahan dalam tekanan dan menunggu momen yang tepat.
Konteks Lebih Luas: Malam Mengejutkan di Piala Dunia 2026
Selasa (30/6) memang malam yang penuh kejutan. Bukan hanya Belanda yang tumbang. Jerman pun bernasib serupa — dikalahkan Paraguay lewat adu penalti 4-3 di Stadion Gillette, Foxborough, Massachusetts. Der Panzer kini sudah tiga edisi beruntun pulang lebih awal dari Piala Dunia, sebuah tren yang membuat banyak pengamat geleng kepala.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.