Paraguay tampil solid dengan strategi bertahan rapat, mencuri gol melalui tandukan Julio Enciso dari situasi sepak pojok pada menit ke-42, sebelum Kai Havertz menyamakan kedudukan lewat sundulan di menit ke-54. Ironisnya, Havertz sendiri gagal mengeksekusi penalti di babak tos-tosan — bersama Nick Woltemade dan Jonathan Tah. Jose Canale jadi penentu lolosnya Paraguay.
Dua raksasa Eropa gugur dalam satu malam. Piala Dunia 2026 membuktikan dirinya sebagai turnamen tanpa hierarki yang aman.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
Maroko Incar Kanada, Mimpi Masih Terbuka
Bagi Maroko, babak 16 besar menanti dengan lawan yang relatif lebih ramah di atas kertas: Kanada, pada 4 Juli waktu setempat. Peluang melangkah lebih jauh terbuka lebar.
Saibari dan kawan-kawan punya modal psikologis yang kuat setelah melewati ujian berat melawan Belanda. Lini depan mereka tajam, pertahanan kompak, dan yang terpenting — mereka tidak gentar menghadapi momen krusial.
Untuk Saibari sendiri, rekor yang ia samai dari Ronaldo bukan sekadar trivia statistik. Ini cermin dari perjalanan seorang pemain yang memilih mengangkat harkat negaranya, bukan sekadar menghindari konflik kepentingan yang jelas terasa saat menghadapi Belanda malam itu.
Apakah Maroko bisa melanjutkan petualangan dan kembali mengulang — atau bahkan melampaui — kejayaan 2022? Jawaban mulai tersusun, satu penalti dalam satu waktu.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.