JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Brasil bertemu Skotlandia pada matchday 3 Grup C Piala Dunia 2026, Kamis 25 Juni 2026 pukul 05.00 WIB di Hard Rock Stadium, Miami Gardens laga yang menentukan siapa yang lolos dan siapa yang pulang. Grup ini menarik karena Brasil, Skotlandia, dan Maroko masing-masing punya 3 poin sebelum laga terakhir.
Bagi Skotlandia, ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ini kesempatan mencatat sejarah pertama dalam 72 tahun keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
H2H Paling Berat untuk Skotlandia
Delapan pertemuan. Nol kemenangan untuk Skotlandia. Brasil menang 6 kali, sisanya dua hasil imbang dan rekor head-to-head yang sangat berat bagi Tartan Army sebelum bola pertama dilenting di Miami.
Tiga dari delapan pertemuan itu terjadi di Piala Dunia, dan Brasil menyapu bersih ketiganya. Terakhir di level Piala Dunia adalah pada 1982, Brasil menghancurkan Skotlandia 4-1 lewat gol-gol Zico dan Falcao. Pertandingan persahabatan terakhir mereka pada 2011 juga berakhir 2-0 untuk Brasil, dengan Neymar dan Pato yang mencetak gol.
Pelatih Steve Clarke tahu betul statistik ini. Tapi justru di situlah tantangannya untuk memutus kutukan yang sudah berlangsung lebih dari setengah abad.
Neymar Kembali Setelah 700 Hari
Ini kabar yang paling banyak diperbincangkan jelang laga. Neymar dinyatakan siap turun lawan Skotlandia setelah absen hampir dua tahun akibat cedera ligamen anterior (ACL) yang dialaminya Oktober 2023.
Total 700 hari tidak membela timnas. Jika benar dimainkan oleh Carlo Ancelotti, ini akan menjadi Piala Dunia keempat Neymar setelah 2014, 2018, dan 2022.
Angkanya berbicara sendiri: 8 gol dan 6 assist dari 17 laga Piala Dunia. Kreativitasnya di ruang sempit dan kemampuan mengeksekusi set piece menjadi senjata utama membongkar pertahanan rapat Skotlandia. Pertanyaan yang belum terjawab adalah starter atau super-sub dari bangku Ancelotti?
Skotlandia Kejar Sejarah 72 Tahun
Sejak debut di Piala Dunia tahun 1954, Skotlandia belum pernah sekalipun lolos fase gugur. Rekor paling tragis di antara tim-tim yang rutin lolos kualifikasi.
Kondisi klasemen sebelum matchday 3 menempatkan mereka dalam posisi yang realistis. Menang lawan Brasil berarti lolos otomatis sebagai dua besar. Hasil imbang pun masih membuka peluang lewat jalur peringkat tiga terbaik yang masuk babak 32 besar format baru Piala Dunia 2026.
Modal Skotlandia tidak buruk: menang 1-0 atas Haiti di matchday 1, lalu kalah tipis 0-1 dari Maroko. Gol Ismael Saibari pada menit kedua kontra Maroko sempat jadi gol tercepat yang bersarang ke gawang Skotlandia di Piala Dunia.
Kapten Andy Robertson menegaskan misi timnya. “Kami tidak datang ke Miami untuk liburan. Kami datang untuk sejarah,” ujar bek Liverpool itu dalam konferensi pers pra-laga.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.