Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Harga Emas Perhiasan Hari ini

Emas batangan Antam Selasa turun lagi Rp15.000 jadi Rp2,630 juta/gr
emas batangan Antam pada Selasa pagi kembali turun Rp15.000 per gram, mengikuti koreksi yang juga terjadi pada hari sebelumnya. Credit: JournalArta. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Harga emas perhiasan hari ini terus menguat. Investor mulai kembali mengakumulasi logam mulia seiring meredanya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Dalam seminggu terakhir, harga emas dunia naik sekitar 6 persen dan bergerak di kisaran 4.297 dolar AS hingga 4.350 dolar AS per troy ounce pada perdagangan Kamis (18/6/2026). Kenaikan ini menutup pelemahan terdalam yang pernah terjadi tahun ini saat menyentuh level 4.100 dolar AS per troy ounce.

Analisis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) menunjukkan, penguatan harga didorong meredanya kekhawatiran pasar setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Selat Hormuz berpotensi kembali dibuka. Sentimen itu kemudian menekan harga minyak dunia dan imbal hasil obligasi AS, sehingga mengurangi kekhawatiran lonjakan inflasi akibat gangguan pasokan energi.

Kondisi ini membuat emas kembali dipercaya sebagai instrumen lindung nilai dan investasi yang aman. Namun, dalam jangka pendek, ICDX memperkirakan pergerakan harga masih dipengaruhi sentimen suku bunga dan perkembangan geopolitik.

Support dan Resistance di Level Tertentu

Secara teknikal, ICDX mencatat level support (batas bawah) terdekat berada pada kisaran 4.307 dolar AS hingga 4.282 dolar AS per troy ounce. Sementara resistance (batas atas) berada di area 4.355 dolar AS hingga 4.378 dolar AS per troy ounce.

“Pasar masih bersikap hati-hati,” kata ICDX, mengingat normalisasi arus perdagangan dan distribusi energi melalui Selat Hormuz tidak diperkirakan berlangsung secara instan.

Head of Investment and Insurance Product PT Bank DBS Indonesia Djoko Soelistyo mengatakan, emas masih memiliki peran penting dalam portofolio investasi sebagai instrumen hedging. Tujuan utama emas saat ini lebih pada diversifikasi dan melindungi terhadap risiko inflasi maupun gejolak pasar—bukan mengharapkan kenaikan harga yang sangat tinggi seperti beberapa tahun sebelumnya.

“Pandangan investasi global kami masih memasukkan emas dalam kategori aset alternatif yang penting untuk menjaga keseimbangan portofolio,” ujar Djoko dalam diskusi di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Emas Fisik, Digital, atau ETF: Pilihan Sesuai Tujuan

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda