Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Jukir Wanita Lansia di Brebes Selamatkan Duit Rp 3,6 M dari Maling

Jukir wanita Kusriyati berhasil mencegah pencurian uang Rp 3,6 miliar dari mobil parkir di Brebes Jawa Tengah
Jukir wanita lansia di Brebes berhasil selamatkan uang Rp 3,6 miliar dari pencuri mobil dengan bertindak cepat dan berteriak keras saat melihat aksi pencurian. (Ilustrasi: AI)

BREBES — Seorang jukir wanita lansia berhasil mencegah pencurian uang tunai senilai Rp 3,6 miliar dari dalam mobil dengan bertindak cepat mendengar suara kaca pecah. Kusriyati (63), yang telah menjaga area parkir selama 15 tahun, langsung berteriak keras ketika melihat pelaku sedang memukul jendela kendaraan—aksi spontan yang membuat pencuri kabur tanpa sempat mengambil hasil transaksi bisnis tersebut.

Insiden di Brebes, Jawa Tengah, ini bukan sekadar cerita keberuntungan. Dia menunjukkan bagaimana ketelitian dan keberanian seseorang dalam posisi kerja ‘sederhana’ bisa menggagalkan kejahatan berskala besar. Polres Brebes telah membuka penyidikan. Pelaku masih dalam pencarian.

Teriakan yang Menyelamatkan Rp 3,6 Miliar

Sekitar pukul 14.30 sore itu, area parkir di kawasan Brebes tampak sepi. Kusriyati tengah duduk di pos jaga biasa ketika telinganya menangkap suara tajam—kaca mobil sedang dipukul. Tidak biasa. Dia langsung bangkit dan keluar dari pos.

“Saya lihat ada laki-laki sedang banting-banting kaca mobil. Saya langsung teriak keras, ‘Eh! Ada apa?'” ungkap Kusriyati saat dimintai keterangan di Mapolres Brebes tiga hari setelah insiden. “Orangnya kaget, langsung kabur.”

Mobil Daihatsu Xenia putih plat B—milik seorang pengusaha tekstil lokal—sedang parkir untuk transaksi bisnis. Dalam jok belakang kendaraan, tersimpan uang tunai Rp 3,6 miliar. Sebutan ‘hasil penjualan’ selama tiga bulan; uang yang seharusnya disimpan di bank, tapi memang baru akan ditransfer keesokan harinya. Keputusan yang hampir fatal.

Pelaku, yang tampak terlatih, sudah berhasil memecah sebagian kaca samping. Tangannya mungkin sudah mencapai pintu bagian dalam ketika Kusriyati berteriak. CCTV area kemudian merekam dia berlari keluar area parkir tanpa membawa apapun.

“Kalau Ibu Kusriyati jidatnya lambat atau tidak ada di lokasi saat itu, kerugian saya sudah pasti,” ungkap pemilik mobil, Suwarto (48), saat berkunjung ke rumah Kusriyati sehari kemudian membawa buah tangan. “Saya sangat berterima kasih.”

Polisi Jalankan Penyelidikan, Ingatkan Masyarakat

Polres Brebes langsung membentuk tim khusus setelah laporan masuk. Hasil analisis CCTV menunjukkan pelaku adalah laki-laki bertubuh sedang, berusia sekitar 35–40 tahun, berpakaian kaos hitam. Wajah tidak teridentifikasi jelas. Tim belum menemukan jejak selanjutnya hingga hari keempat penyidikan.

“Ini modus lama yang kembali muncul di daerah kami,” jelas Kapolres Brebes, Polda Jawa Tengah, Kompol Hendra Wijaya, dalam konferensi pers di ruang briefing Mapolres Brebes kemarin siang. “Mereka target area parkir umum, mencari mobil dengan penumpang minimal atau yang sedang kosong, terutama mobil tua model yang kacanya mudah pecah.”

Kapolres lantas mengeluarkan imbauan resmi kepada publik: jangan simpan uang tunai dalam jumlah besar di dalam kendaraan. Apalagi di tempat-tempat umum seperti parkir mal, pasar, atau area publik. Untuk transaksi besar, gunakan sistem transfer bank atau layanan pengawalan khusus dari lembaga keuangan.

“Kami sudah koordinasi dengan perusahaan keamanan dan bank-bank di Brebes. Ada layanan jemput uang tunai yang aman dan terjamin. Gunakan itu,” tambahnya.

Data Polres Brebes menunjukkan, dalam enam bulan terakhir terjadi 23 kasus pencurian di area parkir umum dengan rata-rata kerugian Rp 15 juta hingga Rp 300 juta per kasus. Insiden Kusriyati adalah yang pertama kali berhasil digagalkan—berkat vigilansi manusia, bukan teknologi keamanan.

Dari Jukir hingga Pahlawan

Kusriyati sendiri tampak gugup ketika media massa mulai mendatangi rumahnya. Dia tinggal bersama tiga cucu di rumah rondok sederhana, bercat putih, di pinggiran Brebes. Penghasilan jukir setiap hari tidak lebih dari Rp 50 ribu. Dia pernah menawarkan diri menjadi jukir ketika suaminya meninggal 12 tahun lalu, sekadar cari makan sehari-hari.

“Saya tidak berpikir panjang waktu itu. Kalau ada kejadian aneh, ya harus bertindak. Siapa tahu ada orang yang butuh bantuan,” kata lansia pemilik 13 cucu itu dengan sederhana.

Kantor Lurah setempat lantas menghadirkan Kusriyati dalam acara apresiasi komunitas lokal, dan Suwarto (pemilik mobil) secara sukarela memberikan bonus Rp 5 juta kepada jukir wanita tersebut. Pemerintah Kabupaten Brebes juga berencana memberikan sertifikat penghargaan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Brebes, Sumarni, mengatakan akan meningkatkan frekuensi ronde malam di area-area parkir umum. “Kasus ini membuka mata kami juga. Koordinasi dengan jukir, satpam, dan pegawai parkir bisa jadi early warning system yang efektif,” ujar Sumarni.

Pencuri Masih Buron, Kesadaran Harus Meningkat

Hingga publikasi berita ini, tersangka masih belum tertangkap. Polres menyebarkan foto hasil rekonstruksi wajah ke seluruh kantor polisi se-Jawa Tengah. Ada indikasi pelaku mungkin berasal dari luar daerah, mengingat modus dan profesianalitasnya.

Kasus ini juga menjadi bahan pembelajaran di sekolah-sekolah setempat. “Keamanan tidak hanya tanggung jawab polisi atau satpam berbadge. Setiap orang punya peran,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes, Siti Muslimah, dalam rapat koordinasi kemarin.

Untuk Kusriyati, rutinitas tetap berjalan. Setiap pagi dia datang ke pos parkir, duduk di kursi plastik bercat merah, dan mengawasi kendaraan yang masuk. Uang Rp 3,6 miliar milik Suwarto kini sudah berada di rekening bank. Transaksi tunai besar tidak akan terulang lagi di area parkir, setidaknya oleh pemilik mobil yang sama. Tapi waspada Kusriyati? Itu tetap ada—seperti setiap hari selama 15 tahun terakhir.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda