JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Peta kekuatan udara di Timur Tengah bersiap mengalami pergeseran signifikan. Rusia dilaporkan telah memulai pengiriman jet tempur Sukhoi Su-35 “Flanker-E” ke Iran, dengan 20 unit batch pertama disebut sudah rampung diproduksi di Pabrik Penerbangan Komsomolsk-on-Amur.
Pengadaan Su-35 merupakan peningkatan drastis bagi Iran, yang selama empat dekade terakhir mengandalkan jet tempur F-14 Tomcat era 1970-an. Kendati demikian, penting dicatat bahwa Su-35 bukan pesawat siluman seperti F-35, melainkan jet tempur generasi 4++ paling canggih di kategori non-siluman. Kedatangan pesawat ini disebut akan secara substansial meningkatkan kemampuan serangan jarak jauh Iran di kawasan.
Status Pengiriman Su-35 ke Iran per Juli 2026
Program pengadaan Su-35 oleh Iran telah menarik perhatian global, mengingat dampaknya terhadap keseimbangan militer regional. Berikut adalah detail terkini mengenai pengiriman jet tempur ini:
| Detail | Info Terbaru |
|---|---|
| Jumlah Pesanan | 24-50 unit Su-35SE (varian ekspor) |
| Batch Pertama | 20 jet tempur selesai diproduksi |
| Lokasi Produksi | Pabrik Penerbangan Komsomolsk-on-Amur, Rusia |
| Jadwal Serah Terima | Mulai pertengahan-akhir 2027 (2 unit sudah diserahkan November 2024) |
| Pembiayaan | Biaya perawatan ditanggung Kementerian Pertahanan Iran selama di Rusia |
Analis militer memproyeksikan bahwa Su-35 akan secara signifikan meningkatkan kemampuan Iran dalam melancarkan serangan jarak jauh. Ini adalah perubahan besar. Pasalnya, armada tempur Iran selama ini sudah sangat uzur.
7 Keunggulan Teknis Su-35 yang Membuat Barat Waspada
Su-35 dikenal sebagai jet tempur yang sangat kapabel dengan sejumlah fitur teknis canggih:
1. Supermaneuverability: Rajanya Dogfight
Didukung oleh mesin Saturn AL-41F1S dan nozzle thrust vectoring 3D, Su-35 mampu melakukan manuver ekstrem seperti ‘Cobra maneuver’ dan belok 180° pada kecepatan rendah. Kemampuan ini sulit ditiru oleh jet tempur konvensional seperti F-16 atau F-15, memberikan keuntungan besar dalam pertempuran jarak dekat.
2. Radar Irbis-E PESA: Mata Elang 400 km
Radar Passive Electronically Scanned Array (PESA) Irbis-E adalah yang paling kuat di kelas non-AESA. Radar ini memiliki jangkauan deteksi 350-400 km untuk target seukuran jet tempur, mampu melacak 30 target udara sekaligus, dan mengunci serta menembak 8 target secara bersamaan. Bahkan, Irbis-E bisa mendeteksi target dengan tanda siluman rendah dari jarak ratusan kilometer.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.