Maka, jika F-35 dirancang untuk “menghilang dari radar”, Su-35 dirancang untuk “terlihat dari jarak jauh namun sulit ditembak, dan mampu menembak lebih dulu menggunakan rudal R-37M”. Ini adalah strategi yang berbeda, namun sama-sama mematikan.
Dampak Strategis: Iran Menjadi Kekuatan Udara Baru di Timur Tengah
Pengadaan Su-35 memiliki implikasi geopolitik yang mendalam bagi kawasan:
- Pengganti F-14 Tomcat: F-14 Iran yang usang, dengan pasokan suku cadang terganggu sanksi, akan digantikan oleh Su-35. Ini adalah lompatan teknologi sekitar tiga generasi.
- Menantang F-35 Israel: Kombinasi radar Irbis-E dan rudal R-37M dengan jangkauan 350 km membuat Israel harus mempertimbangkan ulang strategi mereka. IRST Su-35 bahkan dapat mendeteksi panas F-35.
- Operator Terbesar di Kawasan: Jika seluruh 50 unit Su-35 tiba, Iran akan menjadi operator Su-35 terbesar di Timur Tengah, menyaingi dominasi udara Israel dan Arab Saudi.
- Transfer Teknologi: Rusia dikabarkan menawarkan lisensi untuk perakitan lokal. Ini berpotensi mengubah Iran dari “pembeli” menjadi “produsen jet tempur canggih”.
Kelemahan Su-35 vs F-35
Meski canggih, Su-35 tidak luput dari beberapa kelemahan, terutama jika dihadapkan dengan jet tempur generasi kelima seperti F-35:
- RCS Lebih Besar: Jejak radar Su-35 masih lebih besar, membuatnya lebih mudah terdeteksi oleh radar AESA modern milik Israel.
- Butuh Pilot Terlatih: Menguasai doktrin dan pelatihan untuk mengoperasikan Su-35 secara optimal membutuhkan waktu bertahun-tahun. Israel masih memiliki keunggulan dalam hal pengalaman pilot tempur untuk sementara waktu.
- Varian Ekspor: Su-35SE yang dikirim ke Iran mungkin memiliki fitur yang dikurangi dibandingkan versi yang digunakan oleh Angkatan Udara Rusia. Ini umum terjadi dalam penjualan alutsista antar negara.
Secara garis besar, Su-35 bisa disebut sebagai “SUV tempur” Rusia: tidak siluman, tetapi cepat, bersenjata lengkap, radar jarak jauh, dan sangat lincah dalam pertempuran udara. Bagi Iran yang armadanya sudah tua, kedatangan Su-35 adalah peningkatan daya gentar paling nyata di tahun 2026 dan seterusnya. Ini akan mengubah dinamika kekuatan militer di salah satu kawasan paling bergejolak di dunia.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.