JAKARTA — Dasco telepon Nanik Deyang hingga Bahlil di hadapan mahasiswa demonstran usai audiensi di kompleks DPR, Jakarta. Momen itu jadi penanda bahwa tuntutan massa tidak berhenti di ruang pertemuan, melainkan langsung dibawa ke meja tindak lanjut.
Bagi mahasiswa, adegan singkat itu penting. Mereka bukan cuma menunggu janji, tapi ingin melihat siapa yang benar-benar dihubungi, kapan pembicaraan dimulai, dan apakah suara di jalan punya efek ke kebijakan.
Dalam pantauan Kompas.com, Dasco tampil di hadapan mahasiswa yang berunjuk rasa sambil membuka komunikasi dengan sejumlah pihak. Nama Nanik Deyang dan Bahlil Lahadalia disebut dalam rangkaian telepon yang dilakukan di depan massa, sebagai bagian dari respons atas tuntutan yang dibawa para demonstran.
Telepon di depan massa
Gestur itu langsung menarik perhatian. Bukan karena dramanya saja, tapi karena publik jarang melihat komunikasi politik berlangsung seterbuka itu di tengah demonstrasi.
Mahasiswa yang hadir menyimak jalannya audiensi di depan Gedung DPR RI. Dari berbagai laporan media, suasana aksi di lokasi sempat dipadati peserta, aparat, serta pejalan yang berhenti sejenak melihat proses dialog yang berlangsung.
Dasco kemudian naik ke mobil komando dan berbicara ke massa. CNN Indonesia melaporkan, ia menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa. Kalimat itu terdengar sederhana. Tapi efeknya besar.
Soalnya, audiensi semacam ini kerap dinilai mahasiswa sebagai ujian awal: apakah DPR benar-benar membuka pintu, atau sekadar meredam tekanan jalanan.
Tuntutan mahasiswa dan janji yang dibawa pulang
Dari rangkaian pemberitaan Kompas.com dan CNN Indonesia, audiensi itu tidak berdiri sendiri. Mahasiswa datang dengan sejumlah isu yang mereka dorong agar diteruskan, termasuk soal MBG dan BBM yang disebut masuk dalam daftar pembahasan.
Nama dua isu itu langsung punya bobot politik. MBG terkait kebijakan yang menyentuh kebutuhan harian masyarakat, sementara BBM selalu sensitif karena dampaknya menjalar ke harga barang, ongkos transportasi, sampai beban rumah tangga.
Jadi, ketika pimpinan DPR merespons di hadapan demonstran, yang dipertaruhkan bukan cuma citra lembaga. Keputusan lanjutan akan ikut dibaca publik yang ikut merasakan dampaknya, terutama saat harga kebutuhan pokok gampang berubah.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.