Jumat, 10 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Militer AS Selidiki Penyebab Pesawat Bomber B-52 Jatuh hingga 8 Orang Tewas

Pesawat Bomber B-52 AS jatuh dan terbakar di gurun California dengan tim penyelamat di lokasi
Pesawat Bomber B-52 AS jatuh di California dengan 8 awak tewas. (Ilustrasi: AI)

CALIFORNIA — Pesawat pengebom strategis B-52 Stratofortress milik Angkatan Udara Amerika Serikat jatuh dan terbakar di tengah gurun California. Delapan anggota awak kabin tewas dalam insiden tersebut. Militer AS segera meluncurkan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap penyebab kecelakaan yang mengguncang basis udara terkemuka itu.

Kecelakaan pesawat berusia puluhan tahun itu terjadi saat melakukan operasi rutin. Pesawat yang dirancang di era Perang Dingin itu dianggap salah satu aset pertahanan udara paling berharga AS. Investigasi awal difokuskan pada mekanisme pesawat, cuaca, dan faktor operasional lainnya.

“Tim investigasi kami telah dimulai untuk menentukan penyebab pasti kejadian ini,” kata seorang juru bicara Angkatan Udara AS dalam pernyataan resmi. Penyelidikan melibatkan ahli dari berbagai divisi militer dan lembaga keselamatan penerbangan sipil.

Pencarian dan Evakuasi

Tim penyelamat langsung menjangkau lokasi jatuhnya pesawat di wilayah gurun terpencil. Mereka menemukan wreckage (sisa-sisa) pesawat yang tersebar luas dengan api yang menyala-nyala. Upaya evakuasi dan identifikasi korban dilakukan dengan protokol ketat mengingat tingkat kerusakan yang sangat parah.

Zona jatuh pesawat diumumkan sebagai area terlarang untuk umum. Pihak militer menutup akses ke wilayah tersebut untuk keperluan investigasi dan menghormati korban meninggal.

Sejarah B-52 dalam Operasi Militer

B-52 Stratofortress telah melayani Angkatan Udara AS sejak tahun 1950-an. Pesawat dengan jangkauan jarak jauh dan kapasitas muatan besar ini menjadi tulang punggung kekuatan pengeboman strategis AS selama lebih dari tujuh dekade. Meski berusia tua, B-52 terus diperbarui dengan teknologi modern untuk memperpanjang masa operasionalnya.

Pesawat jenis ini telah digunakan dalam berbagai operasi militer AS, termasuk di Timur Tengah dan Asia Tenggara. Keandalan B-52 dalam berbagai kondisi cuaca dan medan membuat pesawat ini tetap menjadi pilihan strategis militer modern.

Namun, kecelakaan pesawat militer berusia lanjut bukanlah hal baru. Risiko mekanis dan teknis pada pesawat generasi lama memerlukan pemeliharaan intensif dan monitoring berkelanjutan. Insiden California ini memicu pertanyaan tentang protokol keselamatan penerbangan militer yang ada.

Dampak terhadap Operasional Militer

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda