Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Siswi SMAN 6 Tewas Usai Motor Tersangkut Kabel di Jaksel, Polisi Panggil PLN

Kabel listrik menjuntai berbahaya di atas jalan Jaksel tempat kecelakaan siswi SMAN 6
Siswi SMAN 6 Jakarta tewas setelah motor tersangkut kabel listrik menjuntai di Jalan Lauser, Jaksel. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA SELATAN — Seorang siswi SMAN 6 Jakarta meninggal dunia setelah motor yang dikendarai tersangkut kabel listrik menjuntai di Jalan Lauser, Jaksel. Tragedi terjadi ketika remaja itu sedang diantar ayahnya ke sekolah.

Insiden ini segera menjadi sorotan serius. Polisi langsung memanggil PLN untuk mengusut kelalaian dalam penataan jaringan listrik yang dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Momen Terakhir Menuju Sekolah

Pagi itu dimulai biasa saja. Siswi SMAN 6 itu naik motor bersama ayahnya untuk berangkat sekolah. Rutinitas harian yang semestinya berakhir normal berubah menjadi musibah dalam hitungan detik.

Motor mereka tersangkut pada kabel listrik yang menjuntai rendah di atas jalan. Kabel itu tidak seharusnya ada di posisi sedemikian berbahaya. Siswi itu mengalami trauma serius akibat insiden itu dan akhirnya meninggal dunia.

Ayahnya, yang juga terlibat dalam kecelakaan itu, menjadi saksi langsung kepergian putrinya dalam kondisi paling tragis.

Polisi Gerak Cepat, PLN Dipanggil

Respons kepolisian langsung mengikuti. Tim investigasi kecelakaan lalu lintas turun ke lapangan untuk mendokumentasikan TKP dan mengumpulkan bukti-bukti. Namun keputusan signifikan adalah memanggil pihak PLN untuk dimintai penjelasan.

Panggilan itu bukan tanpa alasan. Kabel menjuntai yang menjadi penyebab kematian siswi itu adalah tanggung jawab PLN. Penataan jaringan listrik yang sembarangan dan maintenance yang minim menjadi fokus pertanyaan polisi.

Kondisi kabel di Jalan Lauser bukan kasus terisolasi. Banyak lokasi di Jakarta Selatan memiliki masalah serupa—kabel listrik yang tidak rapi, menjuntai, atau tidak terlindungi dengan baik. Risiko ini telah menjadi ancaman nyata bagi pengendara motor, khususnya di jam-jam ramai.

Jaringan Listrik Tidak Terawat

Penataan jaringan listrik di perkotaan memang kompleks. Puluhan ribu kilometer kabel tersebar di seluruh Jakarta, menghubungkan rumah, perkantoran, dan fasilitas publik. Namun kompleksitas itu bukan alasan untuk mengabaikan keselamatan.

Kabel menjuntai, terkelupas, atau tidak terikat dengan baik adalah risiko yang dapat diprediksi dan dicegah. Tanggung jawab pemeliharaan jatuh pada PLN sebagai pengelola jaringan distribusi listrik nasional.

Walikota Jakarta Selatan juga merespons kasus ini. Gubernur Jakarta Pramono Anung langsung bicara soal insiden tersebut, menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap manajemen infrastruktur listrik di wilayah Jaksel.

Kabel Dilepas Setelah Musibah

Setelah insiden, petugas lapangan segera mengambil tindakan. Kabel yang menjadi penyebab kematian siswi itu akhirnya dilepas dan dirapikan. Tindakan darurat ini dilakukan untuk mencegah musibah serupa menimpa pengguna jalan lainnya.

Namun keputusan itu juga menimbulkan pertanyaan: mengapa diperlukan musibah tragis baru kabel ini ditangani? Inspeksi rutin dan perawatan preventif seharusnya sudah dilakukan jauh sebelumnya.

Data resmi soal berapa banyak kecelakaan akibat kabel listrik menjuntai tidak diketahui publik. Namun laporan dari berbagai kelurahan menunjukkan insiden sejenis pernah terjadi di lokasi-lokasi lain. Mayoritas kasus berakhir dengan luka ringan hingga sedang, namun tidak menutup kemungkinan korban jiwa seperti yang baru saja terjadi.

Investigasi dan Tanggung Jawab

Polisi terus menggali bukti di TKP. Penyelidikan difokuskan pada aspek teknis—tinggi kabel, kondisi isolasi, usia infrastruktur, dan jadwal pemeriksaan terakhir. Setiap detail penting untuk memastikan apakah ini murni kecelakaan atau ada kelalaian administratif.

Pertanyaan juga muncul tentang siapa yang bertanggung jawab. Apakah PLN telah melakukan audit keselamatan di jalanan Jaksel secara berkala? Berapa frekuensi inspeksi? Apakah ada laporan sebelumnya tentang kabel bermasalah di lokasi itu?

Keluarga korban, terutama sang ayah yang menjadi saksi, pasti membutuhkan jawaban. Keadilan bagi siswi yang nyawanya terputus di perjalanan menuju sekolah menjadi harapan yang wajar.

Tragedi ini mengingatkan bahwa infrastruktur bukan hanya soal fungsi, tapi juga keselamatan. Kabel listrik yang menjuntai mungkin terlihat sepele bagi banyak orang, namun dampaknya bisa fatal. Kali ini, nyawa seorang remaja yang seharusnya masih panjang perjalanannya hidup telah hilang.

Inspeksi menyeluruh terhadap jaringan listrik di seluruh Jakarta Selatan—dan lebih luas lagi, di Jakarta—menjadi langkah yang tak dapat ditunda lagi. Sistem early warning atau aplikasi laporan dari masyarakat juga bisa ditingkatkan untuk menangkap potensi bahaya sebelum menjadi tragedi.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda