JAKARTA SELATAN — Seorang siswi SMAN 6 Jakarta meninggal dunia setelah motor yang dikendarai tersangkut kabel listrik menjuntai di Jalan Lauser, Jaksel. Tragedi terjadi ketika remaja itu sedang diantar ayahnya ke sekolah.
Insiden ini segera menjadi sorotan serius. Polisi langsung memanggil PLN untuk mengusut kelalaian dalam penataan jaringan listrik yang dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Momen Terakhir Menuju Sekolah
Pagi itu dimulai biasa saja. Siswi SMAN 6 itu naik motor bersama ayahnya untuk berangkat sekolah. Rutinitas harian yang semestinya berakhir normal berubah menjadi musibah dalam hitungan detik.
Motor mereka tersangkut pada kabel listrik yang menjuntai rendah di atas jalan. Kabel itu tidak seharusnya ada di posisi sedemikian berbahaya. Siswi itu mengalami trauma serius akibat insiden itu dan akhirnya meninggal dunia.
Ayahnya, yang juga terlibat dalam kecelakaan itu, menjadi saksi langsung kepergian putrinya dalam kondisi paling tragis.
Polisi Gerak Cepat, PLN Dipanggil
Respons kepolisian langsung mengikuti. Tim investigasi kecelakaan lalu lintas turun ke lapangan untuk mendokumentasikan TKP dan mengumpulkan bukti-bukti. Namun keputusan signifikan adalah memanggil pihak PLN untuk dimintai penjelasan.
Panggilan itu bukan tanpa alasan. Kabel menjuntai yang menjadi penyebab kematian siswi itu adalah tanggung jawab PLN. Penataan jaringan listrik yang sembarangan dan maintenance yang minim menjadi fokus pertanyaan polisi.
Kondisi kabel di Jalan Lauser bukan kasus terisolasi. Banyak lokasi di Jakarta Selatan memiliki masalah serupa—kabel listrik yang tidak rapi, menjuntai, atau tidak terlindungi dengan baik. Risiko ini telah menjadi ancaman nyata bagi pengendara motor, khususnya di jam-jam ramai.
Jaringan Listrik Tidak Terawat
Penataan jaringan listrik di perkotaan memang kompleks. Puluhan ribu kilometer kabel tersebar di seluruh Jakarta, menghubungkan rumah, perkantoran, dan fasilitas publik. Namun kompleksitas itu bukan alasan untuk mengabaikan keselamatan.
Kabel menjuntai, terkelupas, atau tidak terikat dengan baik adalah risiko yang dapat diprediksi dan dicegah. Tanggung jawab pemeliharaan jatuh pada PLN sebagai pengelola jaringan distribusi listrik nasional.
Walikota Jakarta Selatan juga merespons kasus ini. Gubernur Jakarta Pramono Anung langsung bicara soal insiden tersebut, menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap manajemen infrastruktur listrik di wilayah Jaksel.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.