Sabtu, 8 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Hizbullah Terwujud

Suasana diplomatik perundingan gencatan senjata Timur Tengah di Washington
Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Hizbullah Terwujud

Detail Kesepakatan dan Mekanisme Gencatan Senjata

Meskipun rincian teknis kesepakatan belum dipublikasikan secara lengkap, sumber-sumber yang dekat dengan proses negosiasi mengindikasikan bahwa kesepakatan ini mencakup penghentian serangan ofensif dari kedua belah pihak, penarikan kekuatan militer dari zona perbatasan sensitif, dan kemungkinan deployment pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) yang diperkuat di Lebanon selatan.

Israel dilaporkan menuntut jaminan bahwa Hizbullah tidak akan mempersenjatai kembali posisi-posisinya di dekat perbatasan, sementara Hizbullah — yang secara resmi merupakan bagian dari pemerintahan Lebanon tetapi beroperasi secara independen — menuntut Israel untuk menghormati kedaulatan Lebanon dan menghentikan pelanggaran ruang udara yang rutin terjadi.

Peran Amerika Serikat dalam mediasi ini cukup sentral, meskipun negara-negara Arab seperti Mesir dan Qatar juga dilaporkan terlibat dalam back-channel diplomacy. Trump, yang dikenal dengan pendekatan transaksional dalam kebijakan luar negeri, dipahami menawarkan insentif ekonomi dan keamanan kepada Lebanon untuk menekan Hizbullah agar mematuhi kesepakatan.

Negosiasi Paralel dengan Iran: Agenda dan Tantangan

Sementara gencatan senjata Israel-Hizbullah menjadi headline, Trump secara paralel menegaskan bahwa negosiasi dengan Iran masih terus berlangsung. Ini adalah upaya diplomatik kompleks yang bertujuan membawa Tehran kembali ke meja perundingan nuklir setelah AS menarik diri dari Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada tahun 2018.

Agenda negosiasi kali ini jauh lebih luas dibandingkan JCPOA yang hanya berfokus pada program nuklir. Pemerintah AS menginginkan kesepakatan yang juga membatasi program rudal balistik Iran dan mengakhiri dukungan Tehran terhadap kelompok militan regional — termasuk Hizbullah di Lebanon, Hamas di Gaza, dan Houthi di Yaman. Iran, di sisi lain, menuntut pencabutan seluruh sanksi ekonomi yang telah melumpuhkan perekonomiannya selama bertahun-tahun.

Tantangan terbesar dalam negosiasi ini adalah kepercayaan. Iran telah berulang kali menyatakan skeptisisme terhadap komitmen AS, terutama setelah penarikan sepihak dari JCPOA. Sementara itu, AS dan sekutu regionalnya — terutama Israel dan Arab Saudi — tidak mempercayai Iran untuk mematuhi kesepakatan tanpa mekanisme verifikasi yang sangat ketat.

Halaman:123Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda