Minggu, 13 September 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Serangan Rusia Tewaskan Warga Sipil di Ukraina, Zelenskyy Ditolak

Serangan Rusia merusak gedung apartemen di Odesa
Petugas penyelamat bekerja di lokasi terdampak serangan Rusia di Ukraina. (Ilustrasi: AI)

KYIV — Serangan Rusia kembali menghantam sejumlah wilayah Ukraina pada Sabtu dan menewaskan sedikitnya delapan warga sipil, menurut laporan pejabat lokal dalam bahan sumber. Puluhan orang lainnya terluka, sementara Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut serangan masih berlangsung di banyak wilayah pada malam hari.

Dampaknya terasa cepat. Rumah warga, bangunan apartemen, sampai fasilitas industri ikut kena imbas. Di Odesa, satu serangan ke gedung apartemen melukai 37 orang dan tim penyelamat masih mencari dua orang yang dilaporkan hilang.

Serangan Rusia menyebar ke banyak wilayah

Data dari bahan sumber menunjukkan serangan menghantam sedikitnya beberapa titik penting. Otoritas Ukraina menyebut dua orang tewas di wilayah selatan Zaporizhzhia. Di Kryvyi Rih, produsen baja ArcelorMittal mengatakan dua orang lagi tewas di pabrik mereka di kota yang berada di tengah Ukraina itu.

ABC News Go, mengutip pejabat lokal, bahkan melaporkan delapan warga sipil tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam rentetan serangan yang sama. Sumber utama dalam bahan ini menyebut sedikitnya empat korban jiwa, jadi angka total korban memang berbeda antar-laporan. Yang jelas, skala serangannya luas. Dan malam itu belum benar-benar selesai.

Zelenskyy mengatakan sepuluh wilayah berada di bawah serangan Rusia pada malam sebelumnya. Ia juga menyebut drone serangan Rusia masih terbang di atas sejumlah wilayah. Bagi warga sipil, artinya sederhana: ancaman belum lewat, dan sirene belum bisa benar-benar dimatikan.

Buntutnya merembet ke infrastruktur dan industri

Di sisi lain, Kyiv membalas. Menurut Zelenskyy, Ukraina menyerang “chemical enterprises” di wilayah Perm dan Samara di Rusia. Staf Umum di Kyiv juga melaporkan kebakaran di sebuah pabrik karet di Togliatti, wilayah Samara.

Pernyataan militer Ukraina menyebut pabrik itu memproduksi karet sintetis yang penting untuk rudal taktis dan balistik. Ini membuat sasaran serangan balasan bukan sekadar simbol industri. Ada fungsi militernya.

Soal ini penting buat pembaca karena perang kini tidak berhenti di garis depan. Gangguan ke fasilitas energi, pabrik, dan permukiman bisa menekan rantai pasok, keselamatan warga, dan operasi industri di wilayah terdampak. Saat pabrik baja, apartemen, dan fasilitas kimia masuk daftar sasaran, biaya perang ikut naik, dan beban sipil makin berat.

Kremlin menolak tawaran pertemuan di Miami

Di tengah rentetan serangan itu, Zelenskyy mengatakan kepada DW dalam wawancara eksklusif bahwa ia bersedia bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada KTT para pemimpin G20 di Miami pada Desember. Namun Kremlin belum mau membuka pintu.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada Sabtu bahwa Moskow belum memutuskan apakah Putin akan bepergian ke pertemuan itu. “We don’t know yet ​whether we’ll be going to ​Miami,” kata Peskov, menurut media Rusia.

Peskov juga mengulang posisi lama Moskow. Jika Zelenskyy ingin bertemu pemimpin Rusia, menurut dia, sang presiden Ukraina harus datang ke Moskow. Kalimat itu menegaskan jarak politik yang masih panjang. Sementara perang terus berjalan, opsi dialog malah kembali mentok di lokasi pertemuan.

Di lapangan, tim penyelamat masih bekerja di Odesa. Dan di udara, drone belum seluruhnya turun.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda