KANSAS CITY, JOURNALARTA.COM – Timnas Ekuador gagal menang lagi. Pertandingan Grup E Piala Dunia 2026 di Kansas City Stadium, Minggu (21/6/2026), berakhir dengan skor 0-0 dan Curaçao pulang dengan poin bersejarah pertama mereka di pentas Piala Dunia.
Hasil imbang ini menyakitkan bagi Ekuador. Mereka kini dua laga tanpa gol, dua laga tanpa menang. Posisi di klasemen Grup E makin mepet, dan laga pamungkas kontra Jerman praktis sudah berubah menjadi laga hidup-mati.
Curaçao Catat Sejarah
Bagi Curaçao, angka kacamata itu terasa seperti kemenangan. Hanya empat hari setelah dihantam Jerman 1-7 di laga pembuka, tim kecil dari Karibia ini bangkit dan menahan tim jauh lebih favorit selama 90 menit penuh.
Meski satu poin, tapi itu poin pertama dalam sejarah keikutsertaan Curaçao di Piala Dunia. Tidak ada yang bisa merenggut momen itu.
Kunci bertahannya Curaçao ada satu nama yaitu Eloy Room. Kiper berusia 32 tahun itu mencatatkan 15 penyelamatan sepanjang laga angka yang hampir mustahil untuk sebuah tim yang dianggap tidak punya peluang. Ia mematahkan tembakan demi tembakan Ekuador, nyaris tanpa celah.
Berdasarkan analisis Athlon Sports, Room mendapat nilai 9 dari 10 tertinggi dalam pertandingan ini dan dinobatkan sebagai pemain terbaik laga.
Ekuador Makin Tertekan
Dominasi penguasaan bola ada di kaki Ekuador. Peluang juga tercipta. Tapi gol? Tidak ada.
Moisés Caicedo bermain paling menonjol di lini tengah Ekuador dengan nilai 8, tapi kontribusinya tidak cukup untuk memecah kebuntuan. Enner Valencia, kapten sekaligus tumpuan lini depan, lagi-lagi gagal menembus pagar pertahanan Curaçao dan hanya diberi nilai 5.
Ekuador kini mengoleksi 1 poin dari dua laga, sama persis dengan Curaçao. Keduanya butuh hasil positif di laga terakhir untuk punya harapan lolos.
Penilaian Pemain Dua Tim
Berikut nilai pemain berdasarkan analisis Athlon Sports (skala 1–10):
| Pemain | Tim | Nilai |
|---|---|---|
| Eloy Room | Curaçao | 9 ⭐ MOM |
| Moisés Caicedo | Ekuador | 8 |
| Joshua Brenet | Curaçao | 8 |
| Thith Chong | Curaçao | 8 |
| Piero Hincapié | Ekuador | 7 |
| Willian Pacho | Ekuador | 7 |
| Alan Franco | Ekuador | 7 |
| Pedro Vite | Ekuador | 7 |
| Gonzalo Plata | Ekuador | 7 |
| Kevin Rodríguez (cadangan) | Ekuador | 7 |
| Deveron Fonville | Curaçao | 7 |
| Sherel Floranus | Curaçao | 7 |
| Armando Obispo | Curaçao | 7 |
| Jurien Gaari | Curaçao | 7 |
| Enner Valencia | Ekuador | 5 |
| Pervis Estupiñán | Ekuador | 5 |
| Jordy Alcívar | Ekuador | 5 |
Laga Terakhir Penentuan
Jadwal penutup Grup E jadi taruhan besar. Ekuador berhadapan dengan Jerman tim yang baru saja menghajar Curaçao tujuh gol. Kemenangan besar bukan sekadar target, melainkan satu-satunya jalan.
Curaçao, di sisi lain melawan Pantai Gading. Kemenangan dari laga itu bisa membuka peluang yang bulan lalu tak terbayangkan bisa lolos dari fase grup Piala Dunia untuk pertama kali sepanjang sejarah.
Pelatih Curaçao belum memberikan pernyataan resmi pasca laga. Tapi angka di papan skor sudah bicara lebih keras dari kata-kata mana pun.
Jadwal, klasemen terkini, dan analisis lengkap Piala Dunia 2026 juga tersedia di JournalArta Special Event Piala Dunia 2026.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.