JAKARTA — rekrutmen AI Lloyds mencuri perhatian karena bank asal Inggris itu membuka 300 posisi untuk pakar teknologi, hanya beberapa pekan sebelum CEO Charlie Nunn memaparkan strategi baru bagi lembaga berusia 261 tahun tersebut. Targetnya jelas: memperkuat penggunaan agentic AI, model kecerdasan buatan yang bisa merencanakan dan menjalankan tugas dengan pengawasan manusia minimal.
Langkah ini menambah jumlah pegawai untuk saat ini. Tapi Lloyds juga tidak menutup kemungkinan, adopsi AI yang lebih luas justru menekan kebutuhan kerja di sejumlah area pada masa depan.
Fokus rekrutmen AI Lloyds: agen, fraud, dan layanan nasabah
Menurut Lloyds Banking Group, para rekrutan baru itu ditargetkan mulai bekerja pada September. Mereka akan masuk ke berbagai proyek, mulai dari pencegahan penipuan dan scam, pengolahan dokumen internal, sampai pengembangan fitur perbankan digital yang lebih personal.
Trystan Davies, group head of data and AI science Lloyds, mengatakan perusahaan sedang mengubah struktur kerja untuk menyambut perubahan itu. “AI akan membentuk ulang bagaimana organisasi disusun. Ia akan mengubah peran dan cara kami bekerja, dan kami berinvestasi dalam pelatihan bagi rekan-rekan kerja selama masa transisi itu,” ujarnya.
Pernyataan itu penting karena Lloyds tidak hanya memburu talenta dari luar. Bank ini juga menyiapkan 1.000 orang dalam tim AI, gabungan dari pekerja baru dan staf lama yang dilatih ulang. Artinya, perusahaan sedang membangun kemampuan internal, bukan sekadar membeli solusi jadi dari vendor.
Di tahap teknis, Lloyds akan memakai model bahasa besar yang sudah ada, termasuk Claude milik Anthropic, lalu membangun lapisan sesuai kebutuhan bank di atas model publik seperti Gemini dari Google. Bagi perbankan, pendekatan ini lazim: cepat dipakai, tapi tetap perlu penyesuaian ketat agar sesuai dengan aturan risiko, privasi data, dan kebutuhan operasional.
AI bisa bantu, tapi juga berpotensi memangkas pekerjaan
Bagian yang paling sensitif justru datang dari pengakuan bank soal masa depan tenaga kerja. Pada Januari, Charlie Nunn sudah menyebut bahwa bank perlu “mengurangi beberapa pekerjaan di beberapa area” karena AI. Dengan kata lain, rekrutmen 300 pakar teknologi ini bukan jaminan lapangan kerja akan terus bertambah di semua lini.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.