Teknologi pembakaran ini diharapkan mampu memangkas volume sampah harian secara signifikan langsung dari sumbernya, sehingga beban TPA regional bisa berkurang drastis.
Target Jakarta Bebas Penumpukan Sampah
Masalah sampah Jakarta memang menjadi tantangan tersendiri yang sangat masif. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang turut hadir dalam acara tersebut memaparkan rencana strategis Jakarta untuk mengolah sampah menjadi energi bersih.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di tiga titik krusial, yaitu Bantar Gebang, Tanjungan, dan Sunter. Proyek ini berjalan berlandaskan payung hukum Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 serta Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026.
Volume sampah harian Jakarta saat ini sangat luar biasa besar dan membutuhkan penanganan ekstra cepat seperti terlihat pada data berikut:
| Parameter Sampah DKI Jakarta | Jumlah / Kapasitas |
|---|---|
| Produksi Sampah Harian | 9.000 Ton / Hari |
| Total Volume Sampah Bantar Gebang | 55 Juta Ton |
| Ketinggian Tumpukan Bantar Gebang | 60 Meter |
“Maka, sampah di Jakarta yang 9.000 ton per hari, mudah-mudahan di tahun depan sudah akan tertangani dengan baik,” kata Pramono Anung optimis.
Target besar berikutnya adalah melakukan pembersihan dan pengurangan volume sampah lama di Bantar Gebang mulai tahun 2029. Dengan tumpukan yang kini mencapai tinggi setara gedung belasan lantai, pembersihan total menjadi harga mati demi menyelamatkan lingkungan hidup Jakarta dan sekitarnya.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.