JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Harga BBM Pertamina pada Senin, 22 Juni 2026 diprediksi tidak berubah dari patokan 1 Juni 2026. Ini berlaku untuk semua jenis bahan bakar, baik subsidi maupun nonsubsidi, karena jadwal evaluasi berikutnya baru jatuh pada 1 Juli 2026.
Prediksi flat ini relevan bagi jutaan pengemudi yang mengisi bahan bakar tiap hari terutama di tengah kenaikan harga minyak dunia yang mendekati US$100 per barel.
Harga BBM Pertamina yang Berlaku Saat Ini
Berdasarkan rilis resmi Pertamina dan pantauan 21 Juni 2026, berikut harga BBM untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali):
| Jenis BBM | Harga per Liter | Status |
|---|---|---|
| Pertalite RON 90 | Rp 10.000 | Subsidi, tetap |
| Bio Solar CN 48 | Rp 6.800 | Subsidi, tetap |
| Pertamax RON 92 | Rp 12.300 | Nonsubsidi, flat sejak 1 Juni |
| Pertamax Green 95 | Rp 12.900 | Nonsubsidi, flat |
| Pertamax Turbo RON 98 | Rp 20.750 | Nonsubsidi, naik dari Rp 19.900 |
| Dexlite CN 51 | Rp 23.000 | Nonsubsidi, turun Rp 3.000 |
| Pertamina Dex CN 53 | Rp 24.800 | Nonsubsidi, turun Rp 3.100 |
Untuk wilayah Palembang dan sekitarnya, harga sedikit berbeda: Pertamax Rp 12.600, Pertamax Turbo Rp 13.350, Dexlite Rp 14.500, dan Pertamina Dex Rp 14.800 per liter. Selisih ini wajar karena biaya distribusi antardaerah memang berbeda.
Kenapa 22 Juni Masih Flat?
Ada tiga alasan kuat di balik prediksi ini.
Pertama, soal mekanisme evaluasi. Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga BBM nonsubsidi secara berkala — dan jadwal rutinnya jatuh tiap tanggal 1. Penyesuaian terakhir sudah dilakukan 1 Juni 2026: Pertamax Turbo naik, sementara Dexlite dan Pertamina Dex justru turun. Artinya, tanggal 22 Juni masih jauh dari jendela evaluasi berikutnya.
Kedua, jaminan dari pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tidak akan naik hingga akhir 2026, meski harga minyak dunia tembus US$100 per barel sekalipun. Pemerintah menyerap guncangan itu lewat APBN, dengan anggaran subsidi energi sebesar Rp 381,3 triliun. Itu angka yang besar. Dan itu yang membuat Pertalite Rp 10.000 serta Solar Rp 6.800 aman untuk hari Senin.
Ketiga, tren harga minyak dunia memang sedang naik. Brent mendekati US$100 per barel akibat ketegangan di Timur Tengah. Tapi dampaknya ke BBM nonsubsidi baru akan dikalkulasi pada evaluasi 1 Juli 2026 bukan sekarang.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.