Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Prediksi Harga BBM Pertamina Senin 22 Juni 2026: Pertalite & Solar Subsidi Tetap, Nonsubsidi Flat

Prediksi Harga BBM Pertamina Senin 22 Juni 2026: Pertalite & Solar Subsidi Tetap, Nonsubsidi Flat
Pengendara membeli BBM di SPBU. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Harga BBM Pertamina pada Senin, 22 Juni 2026 diprediksi tidak berubah dari patokan 1 Juni 2026. Ini berlaku untuk semua jenis bahan bakar, baik subsidi maupun nonsubsidi, karena jadwal evaluasi berikutnya baru jatuh pada 1 Juli 2026.

Prediksi flat ini relevan bagi jutaan pengemudi yang mengisi bahan bakar tiap hari terutama di tengah kenaikan harga minyak dunia yang mendekati US$100 per barel.

Harga BBM Pertamina yang Berlaku Saat Ini

Berdasarkan rilis resmi Pertamina dan pantauan 21 Juni 2026, berikut harga BBM untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali):

Jenis BBM Harga per Liter Status
Pertalite RON 90 Rp 10.000 Subsidi, tetap
Bio Solar CN 48 Rp 6.800 Subsidi, tetap
Pertamax RON 92 Rp 12.300 Nonsubsidi, flat sejak 1 Juni
Pertamax Green 95 Rp 12.900 Nonsubsidi, flat
Pertamax Turbo RON 98 Rp 20.750 Nonsubsidi, naik dari Rp 19.900
Dexlite CN 51 Rp 23.000 Nonsubsidi, turun Rp 3.000
Pertamina Dex CN 53 Rp 24.800 Nonsubsidi, turun Rp 3.100

Untuk wilayah Palembang dan sekitarnya, harga sedikit berbeda: Pertamax Rp 12.600, Pertamax Turbo Rp 13.350, Dexlite Rp 14.500, dan Pertamina Dex Rp 14.800 per liter. Selisih ini wajar karena biaya distribusi antardaerah memang berbeda.

Kenapa 22 Juni Masih Flat?

Ada tiga alasan kuat di balik prediksi ini.

Pertama, soal mekanisme evaluasi. Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga BBM nonsubsidi secara berkala — dan jadwal rutinnya jatuh tiap tanggal 1. Penyesuaian terakhir sudah dilakukan 1 Juni 2026: Pertamax Turbo naik, sementara Dexlite dan Pertamina Dex justru turun. Artinya, tanggal 22 Juni masih jauh dari jendela evaluasi berikutnya.

Kedua, jaminan dari pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tidak akan naik hingga akhir 2026, meski harga minyak dunia tembus US$100 per barel sekalipun. Pemerintah menyerap guncangan itu lewat APBN, dengan anggaran subsidi energi sebesar Rp 381,3 triliun. Itu angka yang besar. Dan itu yang membuat Pertalite Rp 10.000 serta Solar Rp 6.800 aman untuk hari Senin.

Ketiga, tren harga minyak dunia memang sedang naik. Brent mendekati US$100 per barel akibat ketegangan di Timur Tengah. Tapi dampaknya ke BBM nonsubsidi baru akan dikalkulasi pada evaluasi 1 Juli 2026 bukan sekarang.

Skenario 22 Juni: 90% Flat, 10% Beda Tipis Antardaerah

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda