JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Harga BBM Pertamina per 22 Juni 2026 belum berubah dari penyesuaian terakhir 1 Juni 2026. Pertalite tetap Rp10.000 per liter, Biosolar subsidi Rp6.800 per liter dan sama di seluruh Indonesia.
Yang bergerak justru BBM nonsubsidi. Dexlite dan Pertamina Dex turun signifikan, sementara Pertamax Turbo naik Rp850 per liter dibanding bulan sebelumnya. Bagi pengusaha logistik dan pengguna kendaraan diesel, penurunan harga solar nonsubsidi ini cukup terasa.
Kenapa Harga Bisa Berbeda Antar Wilayah
Pertamina mengevaluasi harga BBM nonsubsidi setiap tanggal 1 per bulan, mengacu dua indikator utama yaitu harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah. Pada Mei 2026, harga Brent tercatat di US$103,71 per barel dan WTI di US$98,42 per barel.
Tapi angka di SPBU tidak selalu sama antar daerah. Penyebabnya tiga adalah besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan masing-masing pemerintah daerah, biaya distribusi, dan ketersediaan infrastruktur. Kalimantan konsisten paling mahal karena kombinasi ketiganya. Selisih Pertamax Jawa vs Kalimantan bisa mencapai Rp4.700 per liter.
Rincian Harga BBM Pertamina per 22 Juni 2026
Berikut perbandingan harga antar wilayah utama:
| Jenis BBM | Jawa (DKI, Jabar, Jateng, Jatim) | Bali & Nusa Tenggara | Sumatera (Sumut, Sumsel, Lampung) | Kalimantan (Kalsel, Kaltara) |
|---|---|---|---|---|
| Pertalite RON 90 | Rp10.000/L | Rp10.000/L | Rp10.000/L | Rp10.000/L |
| Biosolar Subsidi CN 48 | Rp6.800/L | Rp6.800/L | Rp6.800/L | Rp6.800/L |
| Pertamax RON 92 | Rp12.300/L | Rp12.200/L | Rp12.500/L | Rp17.000/L |
| Pertamax Green 95 | Rp12.900/L | — | — | — |
| Pertamax Turbo RON 98 | Rp20.750/L | Rp20.750/L | Rp21.200/L | Rp21.650/L |
| Dexlite CN 51 | Rp23.000/L | Rp23.000/L | — | Rp24.000/L |
| Pertamina Dex CN 53 | Rp24.800/L | Rp24.800/L | — | Rp25.900/L |
Tanda — berarti produk tidak tersedia di wilayah tersebut. Harga Kalimantan menggunakan tarif tertinggi (Kalsel/Kaltara). Sumber: Pertamina per 1 Juni 2026, diperbarui 18 Juni 2026.
Detail Tiap Wilayah
Di Jawa mencakup DKI Jakarta, Banten, Jabar, Jateng, DIY, hingga Jatim Pertamax dibanderol Rp12.300 per liter. Pertamax Green 95 hanya tersedia di wilayah ini, Rp12.900 per liter. Dexlite turun ke Rp23.000 per liter, Pertamina Dex Rp24.800 per liter.
Bali dan Nusa Tenggara justru lebih murah untuk Pertamax, yakni Rp12.200 per liter. Pertamax Turbo sama dengan Jawa di Rp20.750 per liter.
Sumatera tidak seragam. Sumut, Sumsel, dan Lampung harga Pertamax Rp12.500 per liter, Turbo Rp21.200 per liter. Sumbar, Riau, dan Kepri lebih mahal yaitu harga Pertamax Rp12.800 per liter, Turbo Rp21.650 per liter.
Kalimantan paling berat di kantong. Kalbar, Kalteng, Kaltim harga Pertamax Rp16.650 per liter, Pertamina Dex Rp25.350 per liter. Kalsel dan Kaltara yang tertinggi yakni Pertamax Rp17.000 per liter, Pertamina Dex Rp25.900 per liter.
Dex Series Turun, Turbo Naik
Penurunan Dexlite dan Pertamina Dex sekitar Rp3.000–3.100 per liter dibanding Mei 2026 jadi angin segar bagi sektor logistik dan transportasi barang. Penurunan ini disebut Pertamina sebagai penyesuaian struktur biaya solar nonsubsidi seiring pergerakan harga minyak dunia.
Sebaliknya, Pertamax Turbo naik Rp850 per liter, mengikuti harga bensin beroktan tinggi di pasar global yang terkerek sejak kuartal pertama 2026.
Pertamina tetap menjaga Pertalite dan Biosolar tidak berubah karena keduanya masuk skema subsidi pemerintah. Kebijakan harga dua produk itu sepenuhnya ada di tangan pemerintah, bukan keputusan korporat.
Untuk harga real-time sesuai lokasi, Pertamina menyarankan pengguna mengecek aplikasi MyPertamina atau langsung bertanya ke SPBU terdekat. Harga antara satu SPBU dengan yang lain bisa berbeda tipis tergantung wilayah administrasi dan kebijakan PBBKB daerah setempat.
Update harga BBM nonsubsidi berikutnya dijadwalkan pada 1 Juli 2026.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.