JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Timnas Argentina dan Austria sama-sama membawa tiga poin saat beradu di laga kedua Grup J Piala Dunia FIFA 2026, Dallas Stadium, pukul 00.00 WIB. Siapa menang malam ini nyaris dipastikan lolos lebih awal dari fase grup.
Ini bukan laga sembarangan. Dua tim yang belum sekalipun kebobolan tanpa balas di matchday pertama kini harus saling mengalahkan dan keduanya tahu taruhannya.
Klasemen Grup J Sebelum Laga
Argentina menang 3-0 di laga pembuka, Austria menang 3-1. Keduanya kokoh di posisi satu dan dua, terpisah hanya oleh selisih gol.
| Pos | Tim | M | M | S | K | GM | GK | SG | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Argentina | 1 | 1 | 0 | 0 | 3 | 0 | +3 | 3 |
| 2 | Austria | 1 | 1 | 0 | 0 | 3 | 1 | +2 | 3 |
| 3 | Yordania | 1 | 0 | 0 | 1 | 1 | 3 | -2 | 0 |
| 4 | Aljazair | 1 | 0 | 0 | 1 | 0 | 3 | -3 | 0 |
Argentina: Juara Dunia yang Lapar Lagi
Pelatih Lionel Scaloni menurunkan skuad yang sebagian besar masih sama dengan generasi juara Qatar 2022. Bedanya, beberapa wajah muda dari Eropa sudah siap mengambil peran lebih besar.
Lini tengah Argentina jadi yang paling ditakuti. Enzo Fernandez dan Alexis Mac Allister mengontrol tempo permainan dengan tenang dan lawan susah merampas bola dari keduanya. Di depan, Lionel Messi dan Lautaro Martinez membentuk duet yang sudah tak perlu diperkenalkan lagi.
Pertahanan pun solid. Cristian Romero dan Nicolas Otamendi sudah sering berpasangan dan tahu betul cara mematikan serangan sebelum berbahaya. Emiliano Martinez di bawah mistar tetap jadi kiper terbaik di turnamen ini dari sisi pengalaman.
Satu catatan yaitu beberapa pemain senior mendekati ujung karier kompetitif mereka. Jika pertandingan melebar ke menit-menit akhir yang melelahkan, faktor fisik bisa berpengaruh. Argentina juga cenderung terlalu mengandalkan Messi saat situasi buntu, pola yang sudah dibaca banyak tim.
Austria: Press Tinggi ala Rangnick
Ralf Rangnick membangun Austria dari nol dengan filosofi yang ia bawa sejak Leipzig dan Manchester United. Hasilnya: tim yang agresif, terorganisir, dan tidak takut menekan siapa pun sejak menit pertama.
David Alaba tetap jadi pemimpin lini belakang meski pemulihan cederanya sempat dikhawatirkan. Marcel Sabitzer dan Konrad Laimer di lini tengah punya stamina luar biasa, keduanya bisa berlari sepanjang 90 menit tanpa berhenti. Kombinasi itu membuat Austria sangat berbahaya dalam transisi.
Marko Arnautovic memimpin lini depan. Fisik kuat, berpengalaman, dan tahu cara menjaga bola saat Austria butuh waktu untuk bernapas.
Kelemahannya satu: gaya pressing tinggi Rangnick meninggalkan ruang di belakang. Melawan tim dengan kecepatan balik seperti Argentina, itu risiko nyata. Bila Messi dan Julian Alvarez menemukan satu saja celah, Austria bisa kebobolan cepat.
Membaca Jalannya Pertandingan
Babak pertama kemungkinan jadi perebutan penguasaan bola. Argentina mau main sabar, Austria mau mencuri bola tinggi. Tekanan Austria di menit-menit awal bisa menciptakan peluang tapi juga membuka ruang untuk serangan balik Argentina.
Babak kedua berpotensi lebih terbuka. Intensitas naik, substitusi jadi penentu. Scaloni punya lebih banyak pilihan di bangku cadangan untuk mengubah permainan. Rangnick pun tidak tinggal diam.
Secara statistik, Argentina unggul di hampir semua kategori head-to-head di turnamen besar. Tapi Austria bukan Meksiko atau Ghana, mereka datang ke sini bukan sekadar peserta.
Prediksi skor: Argentina 2–1 Austria. Messi dan Lautaro Martinez jadi ancaman utama, sementara Austria mencetak satu gol lewat situasi bola mati atau serangan balik cepat. Argentina menang, tapi tidak mudah.
Pantau skor, jadwal, dan analisis lengkap Piala Dunia 2026 di JournalArta Special Event Piala Dunia 2026.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.