Dalam penjelasannya, NIB memberi kemudahan untuk mengakses berbagai program pemerintah, pembiayaan, pelatihan, hingga perluasan pasar. Buat pelaku usaha kecil, satu berkas ini sering jadi pembuka jalan. Tanpanya, banyak program hanya berhenti di tahap informasi.
Karena itu, Pemprov Babel tidak ingin mahasiswa KKN hanya menebar penyuluhan umum. Mereka dibekali materi praktis agar bisa membantu pelaku UMKM desa memahami apa yang harus disiapkan, dokumen apa yang dibutuhkan, dan ke mana harus mengurus perizinan. Pola seperti ini membuat pengabdian mahasiswa lebih terasa hasilnya di lapangan.
Denny mengatakan dampak kegiatan mahasiswa mesti nyata dan berkelanjutan. Bukan cuma seremonial. Ia ingin kehadiran mahasiswa KKN memicu lebih banyak pelaku UMKM di desa memiliki legalitas usaha yang sah dan lebih siap berkembang.
Materi halal ikut masuk paket pendampingan
Tak berhenti pada NIB, Pemprov Babel juga memasukkan sertifikasi halal sebagai materi penting dalam pembekalan. Bagi pelaku UMKM, terutama yang bergerak di sektor makanan, minuman, dan produk olahan, status halal punya nilai ekonomi dan kepercayaan konsumen yang kuat.
Denny menjelaskan materi yang diberikan mencakup pemahaman umum sertifikasi halal, jaminan produk halal, mekanisme pengajuan, sampai program fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Dengan begitu, mahasiswa memiliki bekal dasar untuk menjelaskan jalur yang harus ditempuh pelaku usaha jika ingin mempercepat proses legalitas produk.
“Selain itu, kami juga memberikan materi terkait sertifikasi halal kepada para mahasiswa, mulai dari pemahaman umum sertifikasi halal, jaminan produk halal, mekanisme pengajuan, hingga program fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku UMKM,” ujar dia.
Materi ini penting karena banyak UMKM lokal punya produk bagus, tetapi belum sepenuhnya masuk standar yang dibutuhkan pasar modern. Begitu legalitas dan sertifikasi ikut disiapkan, ruang jualannya bisa meluas. Peluang ke ritel, platform daring, sampai kerja sama antardaerah ikut terbuka.
Kolaborasi kampus dan pemprov untuk ekonomi lokal
Program ini menjadi bagian dari kolaborasi Pemprov Babel dan UGM untuk mendorong transformasi UMKM yang lebih maju, legal, dan berdaya saing. Pemerintah daerah melihat mahasiswa sebagai mitra yang pas karena dekat dengan masyarakat, punya energi lapangan, dan bisa menjembatani bahasa teknis pemerintah dengan kebutuhan warga.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.