Selasa, 23 Juni 2026 WIB
BREAKING
PERISTIWA

Update Peringatan Dini Cuaca Indonesia 23-25 Juni 2026: BMKG Siaga Hujan Lebat 3 Wilayah

Update Peringatan Dini Cuaca Indonesia 23-25 Juni 2026
Update Peringatan Dini Cuaca Indonesia 23-25 Juni 2026. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA β€” BMKG menetapkan status Siaga hujan lebat hingga sangat lebat untuk tiga provinsi β€” Sumatra Utara, Kepulauan Bangka Belitung, dan Jawa Barat β€” berlaku Senin hingga Rabu, 23-25 Juni 2026. Peringatan ini menyertai prakiraan hujan sedang yang masih mendominasi lebih dari 20 provinsi di seluruh Indonesia.

Dampaknya langsung: warga di tiga provinsi berstatus Siaga itu diminta menghindari kawasan rawan banjir bandang dan longsor, terutama di dataran tinggi dan bantaran sungai. Sementara angin kencang, BMKG mencatat nihil untuk periode ini.

Tiga Provinsi Status Siaga

Status Siaga berarti potensi hujan lebat-sangat lebat cukup tinggi dan bisa memicu bencana hidrometeorologi. Ketiga wilayah itu adalah:

Wilayah Status Potensi
Sumatra Utara Siaga Hujan lebat – sangat lebat
Kepulauan Bangka Belitung Siaga Hujan lebat – sangat lebat
Jawa Barat Siaga Hujan lebat – sangat lebat

Hujan lebat berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang lokal meski peringatan angin kencang skala besar tidak diterbitkan BMKG untuk periode ini.

20+ Provinsi Waspada Hujan Sedang

Selain tiga provinsi Siaga, potensi hujan sedang hingga lebat juga meningkat di puluhan wilayah lain. Aceh, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, dan Bengkulu masuk daftar. Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, serta Nusa Tenggara Barat turut tercantum.

Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara juga masuk radar. Begitu pula Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, dan seluruh provinsi Papua dari Papua Barat Daya hingga Papua Selatan.

Pola ini menunjukkan musim kemarau belum seragam di seluruh nusantara. Sebagian besar wilayah Indonesia masih menerima curah hujan signifikan meski beberapa daerah mulai merasakan kering.

Siang Terik, Sore Berpotensi Hujan

Pola harian tiga hari ke depan cukup khas: pagi hingga siang terik, UV Index tinggi, lalu sore-malam hujan sedang-lebat muncul. Data BMKG untuk Palembang β€” yang mewakili kondisi Sumatra Selatan β€” mencatat suhu 32-33Β°C dengan UV Index antara 8 (Very High) pada 23 Juni dan 11 (Extreme) pada 25 Juni.

Kelembapan berkisar 62-72 persen, angin dari tenggara 8-14 kph. Peluang hujan di Palembang pada 25 Juni tercatat 10 persen β€” relatif rendah β€” tapi angka itu bisa berbeda tajam di Sumatra Utara atau Bangka Belitung yang berstatus Siaga.

Bagi warga yang beraktivitas di luar ruang siang hari, BMKG menyarankan perlindungan dari paparan UV. Sunscreen SPF tinggi, topi, dan pakaian pelindung diperlukan terutama antara pukul 10.00-14.00 WIB.

Imbauan BMKG untuk Wilayah Siaga

BMKG meminta masyarakat di Sumatra Utara, Bangka Belitung, dan Jawa Barat untuk memantau kondisi sekitar secara aktif. Hindari pohon atau tiang yang rapuh saat hujan disertai kilat. Siapkan perlengkapan darurat bila tinggal di zona banjir atau lereng rawan longsor.

Update prakiraan BMKG tersedia setiap enam jam lewat aplikasi InfoBMKG. Warga disarankan memeriksa kondisi sebelum berangkat, terutama saat hendak melintas di jalur pegunungan atau jalan tepi sungai.

Untuk wilayah di luar status Siaga, tetap bawa payung atau jas hujan. Hujan sedang yang turun tiba-tiba sore hari sudah cukup mengganggu aktivitas dan visibilitas berkendara.

Peringatan Berlanjut hingga 29 Juni

BMKG sudah merilis prakiraan lanjutan untuk 26-29 Juni 2026. Hujan sedang masih berpotensi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Yang berubah: status Siaga untuk periode 26-29 Juni berpindah ke Papua Pegunungan, dengan ancaman hujan lebat-sangat lebat. Tiga provinsi yang kini berstatus Siaga β€” Sumut, Babel, Jabar β€” perlu terus dipantau karena kondisi atmosfer bisa berubah dalam 24 jam.

Masyarakat diimbau tidak mengandalkan satu sumber informasi cuaca. BMKG menjadi acuan resmi, dan pembaruan data setiap enam jam membantu pengambilan keputusan yang lebih akurat β€” terutama bagi petani, nelayan, dan pelaku transportasi darat maupun udara yang kegiatannya sangat bergantung pada kondisi cuaca harian.

(RE)

πŸ“²
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

πŸ’¬ Follow @journalartanews β†’
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda