JAKARTA, JOURNALARTA.COM – PROPER Emas MSP 2025 diberikan Kementerian Lingkungan Hidup kepada PT Mitra Stania Prima dalam Anugerah Lingkungan PROPER di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (7/4/2026). Penghargaan itu menandai pengakuan negara atas pengelolaan lingkungan perusahaan timah di bawah ARSARI Tambang yang dinilai melampaui standar kepatuhan.
Bagi warga di sekitar wilayah operasi, capaian ini bukan sekadar piagam. MSP menyebut program lingkungan perusahaan berdampak pada kualitas udara, pengurangan emisi, efisiensi energi, serta peluang ekonomi baru melalui pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular.
Penghargaan PROPER Emas diterima Komisaris MSP Harwendro Adityo Dewanto. Pada acara yang sama, Direktur Utama ARSARI Tambang Aryo P. S. Djojohadikusumo menerima penghargaan Green Leadership PROPER. Keduanya diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.
PROPER Emas MSP dan standar lingkungan global
MSP bergerak di sektor pertambangan, pengolahan, dan pemurnian bijih timah. Perusahaan beroperasi di Kawasan Industri dan Pelabuhan Air Kantung, Kelurahan Jelitik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Sejak 2013, MSP menjalankan penambangan di wilayah Mapur serta mengembangkan fasilitas pengolahan dan pemurnian timah. Rantai bisnisnya terintegrasi, dari hulu sampai produk akhir yang siap dipasarkan.
Dalam proses pemurnian, MSP mengoperasikan dua tungku listrik dan memproduksi ingot timah bermerek MSP. Produk itu telah terdaftar di London Metal Exchange atau LME, bursa logam internasional yang menjadi rujukan perdagangan komoditas global.
Aryo mengatakan standar lingkungan menjadi syarat penting karena produk MSP masuk ke pasar internasional. Menurut dia, seluruh produk MSP diekspor dan digunakan oleh perusahaan teknologi global yang menuntut rantai pasok lebih bersih.
“Kita benar-benar menerapkan standar dunia karena 100 persen produk MSP diekspor keluar negeri, seperti Microsoft, Apple, Nvidia, di mana semuanya menerapkan standar lingkungan hidup yang tinggi,” kata Aryo.
Ia menyebut PROPER Emas menunjukkan perusahaan telah memenuhi standar pengelolaan lingkungan yang lebih tinggi di Indonesia. Bukan sebatas patuh. Ada inovasi yang harus dibuktikan, termasuk efisiensi energi, pengurangan emisi, pengelolaan limbah, dan program sosial yang terukur.
“Alhamdulillah hari ini kita telah memenuhi syarat untuk PROPER Emas, sehingga kita telah mendapatkan standar penjagaan lingkungan hidup yang tinggi di Indonesia,” ujarnya.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.