Kamis, 25 Juni 2026 WIB
BREAKING
INFRASTRUKTUR DIGITAL

Cara Daftar Google Play Developer Console 2026 Lengkap

Cara Daftar Google Play Developer Console 2026 Lengkap
Google Play Developer Console untuk 2026 mewajibkan verifikasi identitas yang lebih ketat dan 2-step verification sebelum akun bisa dipakai mengunggah aplikasi. Foto: JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Google Play Developer Console untuk 2026 mewajibkan verifikasi identitas yang lebih ketat dan 2-step verification sebelum akun bisa dipakai mengunggah aplikasi. Biaya daftarnya tetap 25 dolar AS sekali bayar, tetapi prosesnya kini menuntut data yang lebih rapi dan cocok antara identitas, kartu, dan profil developer.

Aturan baru ini penting bagi pengembang yang ingin masuk ke Play Store tanpa tertahan di tengah jalan. Google juga memperketat alur untuk akun Personal, termasuk kewajiban closed testing sebelum rilis publik, sementara akun Organization diminta menyiapkan dokumen perusahaan sejak awal.

Biaya akun Google Play Developer Console 2026

Google tetap mematok biaya pendaftaran 25 dolar AS untuk satu akun developer. Pembayaran ini bersifat sekali bayar, tidak ada biaya tahunan, dan tidak bisa dikembalikan. Jadi, sekali gagal verifikasi karena data tidak cocok, uang pendaftaran tidak otomatis kembali.

Untuk pembayaran, Google menerima kartu Visa, Mastercard, dan American Express debit atau kredit. Kartu prepaid umumnya ditolak. PayPal juga tidak dipakai untuk proses pendaftaran akun developer. Di beberapa negara ada opsi carrier billing, tetapi untuk pengguna Indonesia kartu bank masih jadi jalur yang paling umum.

Jenis akun Untuk siapa Catatan penting
Personal Account Developer individu Wajib closed testing sebelum rilis publik
Organization Account Perusahaan, PT, CV, instansi Perlu DUNS Number untuk verifikasi

Syarat sebelum mendaftar Google Play Developer Console

Google meminta akun Google dengan 2-step verification aktif. Pengguna bisa memakai Google Prompt atau aplikasi autentikator. Setelah itu, siapkan identitas resmi seperti KTP, paspor, atau SIM. Nama di dokumen harus konsisten dengan data kartu yang dipakai membayar biaya pendaftaran.

Selain itu, calon pendaftar perlu menyiapkan alamat lengkap, nomor ponsel aktif, dan email publik yang nantinya bisa tampil di Play Store. Developer name juga harus dipilih sejak awal. Nama ini boleh berbeda dari nama KTP, tetapi harus dipakai konsisten di profil developer.

Untuk akun organisasi, ada satu syarat tambahan yang tidak bisa diabaikan: DUNS Number. Nomor 9 digit dari Dun & Bradstreet ini dipakai untuk verifikasi perusahaan. Proses penerbitannya bisa memakan waktu sekitar 28 hari, jadi perusahaan sebaiknya mengurusnya jauh sebelum mulai daftar.

Langkah daftar dan verifikasi identitas

Proses pendaftaran dimulai lewat laman resmi Google Play Console. Setelah login dengan akun Google, pengguna memilih jenis akun, menyetujui Developer Distribution Agreement, lalu melakukan pembayaran 25 dolar AS. Setelah itu, Google akan meminta verifikasi identitas melalui unggahan dokumen dan, dalam beberapa kasus, selfie tambahan.

Google menyebut proses verifikasi bisa selesai dalam hitungan jam sampai dua hari kerja, tergantung kelengkapan data. Jika kartu ditolak, biasanya masalahnya ada pada nama yang tidak sama, billing address yang tidak lengkap, atau kartu yang bukan debit/kredit yang diterima Google.

Aturan baru: closed testing untuk akun Personal

Perubahan paling terasa ada pada akun Personal. Google mensyaratkan closed testing sebelum aplikasi bisa rilis ke publik. Dalam skema ini, developer perlu mengundang minimal 12 tester menggunakan akun Gmail, lalu memastikan aplikasi dipakai selama 14 hari berturut-turut.

Kebijakan ini dibuat untuk menekan aplikasi spam dan malware yang lolos ke Play Store. Akun Organization tidak terkena syarat yang sama, sehingga bisa melaju lebih cepat ke tahap rilis selama semua dokumen dan peninjauan lolos. Bagi pengembang solo, aturan ini berarti satu tahap ekstra yang harus disiapkan sejak awal.

Kesalahan yang sering membuat pendaftaran ditolak

Google cukup sensitif terhadap ketidaksesuaian data. Nama di KTP, nama kartu, dan nama akun Google sebaiknya sama persis. Foto identitas juga harus jelas, tanpa blur, dan seluruh sudut dokumen terlihat. Penggunaan VPN saat daftar juga sebaiknya dihindari karena sistem bisa membaca lokasi login yang tidak stabil.

Alamat lengkap ikut diperiksa. Dalam sejumlah kasus, Google bisa mengirim surat fisik untuk verifikasi tambahan. Karena itu, data RT/RW dan detail domisili jangan diisi asal. Simpan juga email konfirmasi pembayaran, sebab bukti itu berguna kalau akun bermasalah di kemudian hari.

Setelah akun aktif, belum langsung bisa rilis

Akun yang sudah aktif belum otomatis membuat aplikasi langsung tayang. Developer masih harus membuat aplikasi di Console, mengisi Data Safety, kategori konten, dan informasi iklan, lalu menunggu review Google. Berdasarkan praktik umum yang disebut di panduan Google, proses tinjauan bisa memakan waktu tiga sampai tujuh hari kerja.

Untuk akun Personal, urutannya lebih panjang karena harus melewati closed testing dulu. Jika semua dokumen, metadata, dan file aplikasi siap, total waktu dari daftar sampai aplikasi benar-benar live biasanya berkisar satu sampai dua minggu. Tapi kalau ada data yang kurang, proses bisa mundur lebih lama.

Google menutup panduannya dengan penekanan pada keamanan ekosistem Android. Seorang juru bicara dalam materi bantuannya menegaskan bahwa verifikasi yang lebih ketat dibutuhkan untuk menjaga kualitas aplikasi yang masuk ke Play Store. β€œKami ingin memastikan pengguna mendapat aplikasi yang aman, dan developer mengikuti alur yang jelas sejak awal,” kata Google dalam dokumentasi resminya.

(RE)

πŸ“²
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

πŸ’¬ Follow @journalartanews β†’
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda