Senin, 10 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Uji Pemilu 2028: Hong dan El-Sayed Guncang Demokrat

Uji pemilu 2028 di Wisconsin dan Michigan
Francesca Hong dan Abdul El-Sayed diuji sebagai wajah baru arah kiri Demokrat menuju pemilu 2028. (Ilustrasi: AI)

LA CROSSE, Wis. — pemilu 2028 mulai diuji dari Wisconsin dan Michigan, lewat dua figur progresif yang bikin banyak elite Demokrat waswas: Francesca Hong dan Abdul El-Sayed. Keduanya tidak maju ke Gedung Putih, tapi langkah mereka di pertarungan statewide tahun ini dipandang sebagai tes awal untuk politik ala Bernie Sanders yang ingin mereka dorong ke 2028.

Dampaknya jelas. Jika dua kampanye ini tembus di negara bagian medan tempur, arah debat internal Demokrat bisa berubah. Kalau gagal, kubu moderat akan punya amunisi baru untuk menolak geser lebih jauh ke kiri.

Pemilu 2028 jadi arena uji bagi Demokrat

Menurut laporan Axios, pertanyaan yang menghantui Demokrat selama satu dekade masih sama: apakah Amerika siap menerima belokan penuh ke kiri, seperti yang pernah ditawarkan Sanders saat maju pada 2016. Bagi banyak tokoh lama partai, skenario itu justru menakutkan karena mereka khawatir Hong dan El-Sayed tidak cukup kuat untuk menang di pemilihan umum November.

Hong, yang menyebut diri sebagai sosialis demokratik dan maju sebagai calon gubernur Wisconsin, sementara ini memimpin jajak pendapat dengan selisih dua digit menjelang pemilihan pendahuluan Selasa. Tim partai arus utama berusaha menghentikan laju itu.

Dalam tur get-out-the-vote, Hong mengatakan kemenangan November bakal punya gema nasional.

Ia bilang, “A victory for our campaign is a victory for working-class people in Wisconsin and across the country — and it could signal to many candidates that we have common issues that we can be fighting for.”

El-Sayed mengambil nada lebih keras. Dalam wawancara dengan Politico, calon Senat Demokrat baru dari Michigan itu mendesak calon potensial 2028 untuk mengadopsi Medicare for All dan agenda populis lain. “If not, I’m going to dog you up and down the state,” katanya sambil tersenyum.

Hong dan El-Sayed menguji batas sayap kiri

Di titik ini, pertarungan mereka bukan cuma soal kursi gubernur atau Senat. Ini soal seberapa jauh Demokrat berani bergerak dari status quo. Kaum progresif berpendapat partai itu kalah dua kali dari Donald Trump bukan karena terlalu kiri, melainkan karena dipersepsikan membela sistem yang rusak. Sekarang teori itu mulai diuji di lapangan. Serius.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda